“Dulu kami hidup dari bertani dan melaut dengan tenang, sekarang setiap hari kami mendengar ledakan dan melihat debu,” ujar tokoh masyarakat tersebut.
Menurutnya, sebagian warga merasa seperti menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri karena perubahan ekonomi berlangsung cepat tanpa kesiapan sosial yang memadai.
Kekhawatiran Lingkungan dan Sumber Air Mulai Dirasakan Warga Sekitar
Selain aspek ekonomi, warga juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan sejak aktivitas pertambangan berlangsung secara intensif.
Beberapa warga menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi sumber air yang mengalami perubahan debit atau kualitas di sejumlah titik pemukiman.
Hutan yang sebelumnya menjadi area resapan air mengalami perubahan fungsi menjadi kawasan pertambangan terbuka setelah proses land clearing.
Aktivitas pertambangan juga dikhawatirkan berdampak terhadap wilayah pesisir apabila limpasan material terbawa hujan menuju muara sungai.
Tokoh masyarakat setempat menyebut kekhawatiran warga bukan hanya soal tambang saat ini, tetapi juga masa depan lingkungan bagi generasi berikutnya.
Baca Juga: Richard Lee Ditahan Polisi Setelah Kasus Skincare, Publik Pertanyakan Regulasi Produk Kecantikan
Perdebatan Publik Soal Tata Kelola Tambang dan Keberlanjutan Lingkungan
Isu pertambangan di Tumpang Pitu tidak hanya menjadi perdebatan di tingkat lokal, tetapi juga menarik perhatian publik nasional.
Berbagai kelompok masyarakat sipil mendorong transparansi mengenai pengelolaan lingkungan, reklamasi pasca tambang, serta distribusi manfaat ekonomi.
Diskusi publik juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan perlindungan ekosistem pesisir selatan Jawa.
Tokoh masyarakat Pesanggaran mengatakan istilah “Numpang Pilu” muncul sebagai simbol kekecewaan sebagian warga terhadap perubahan yang terjadi.
Artikel Terkait
Peningkatan Logam Perak Sedimen Laut China Selatan Jadi Indikator Baru Dampak dari Pemanasan Global
Ekonom PEPS Ungkap Penurunan Kapasitas Fiskal Indonesia Sejak 2008, Risiko Ekonomi Nasional Meningkat
Mengapa Richard Lee Ditahan Polisi dalam Kasus Skincare, Ini Fakta Penyidikan Polda Metro Jaya
Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Purbaya Ingatkan Batas Defisit APBN Saat Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dibahas Implementasinya
Jusuf Kalla Sebut MBG, Alutsista, dan Koperasi Penting, Namun Pemerintah Tetap Harus Tentukan Prioritas
Mentan Amran Ungkap Cadangan Beras Cukup 324 Hari Meski Ancaman Kekeringan dan Geopolitik Global
Stok Beras Aman Hampir Setahun, Pemerintah Jalankan Pompanisasi Lahan Pertanian Jutaan Hektare
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Indonesia Aman Hadapi Krisis Global di Tengah Ketegangan Geopolitik Dunia
Mengapa 218 Jembatan Desa Jadi Sorotan Setelah Prabowo Resmikan Infrastruktur Pedesaan Dibangun TNI