AGRO 24 JAM - Bagaimana nasib masyarakat ketika kompensasi lahan tambang dipersoalkan selama bertahun-tahun?
Mengapa dugaan korupsi yang disebut telah menemukan pelanggaran hukum masih menunggu kepastian setelah proses pemeriksaan berjalan lama?
Dugaan korupsi lahan kompensasi korporasi tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Kabupaten Bondowoso kembali menjadi perhatian publik setelah pelapor meminta percepatan penyelesaian perkara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Pasokan Energi Dipantau Ketat Setelah Konflik Iran Piicu Ketidakpastian Distribusi Minyak Global
Direktur Eksekutif Jack Center Bondowoso, Agus Sugiarto, menyebut laporan tersebut telah disampaikan sejak 2014 dan direspons penyidik KPK melalui serangkaian pemeriksaan pada 2018.
Ia mengatakan hasil komunikasi dengan penyidik pada 2019 mengindikasikan adanya unsur Perbuatan Melawan Hukum dalam proses pengadaan lahan kompensasi.
Perjalanan Panjang Laporan Dugaan Korupsi Lahan Kompensasi Tambang Emas
Agus menjelaskan laporan yang diajukan organisasinya berkaitan dengan kewajiban korporasi menyediakan lahan kompensasi sebagai syarat operasional tambang emas Tumpang Pitu.
Pemeriksaan KPK disebut melibatkan sejumlah pejabat pemerintah daerah Bondowoso yang menjabat pada periode pelaksanaan pengadaan lahan tersebut.
“Penyidik sudah memeriksa banyak pihak dan menyampaikan bahwa unsur pelanggaran hukum telah ditemukan,” ujar Agus Sugiarto, Direktur Eksekutif Jack Center Bondowoso.
Meski demikian, hingga Senin (02/03/2026), perkembangan hukum perkara tersebut belum diumumkan secara terbuka kepada publik.
Dugaan Ketimpangan Nilai Kompensasi Lahan dan Dampaknya Bagi Warga
Menurut Agus, laporan Jack Center menyoroti dugaan perbedaan signifikan antara nilai kompensasi yang disiapkan korporasi dengan dana yang diterima masyarakat penggarap lahan negara.
Ia menyebut nilai kompensasi mencapai Rp50 juta per hektare, tetapi masyarakat hanya memperoleh sekitar Rp15 juta berdasarkan temuan organisasi tersebut.
Artikel Terkait
Serangan Israel - AS Ke Iran Picu Spekulasi Kematian Ali Khamenei dan Ketegangan Regional Meningkat
Siapa Pengganti Ali Khamenei? Iran Hadapi Ujian Politik Terbesar Sejak Revolusi Islam Tahun 1979 Berlalu
Desakan Hukum Tambang Maluku Utara Menguat Seiring Sorotan Publik Soal Kepatuhan Lingkungan
Kematian Ali Khamenei dan Operasi Militer Iran Berpotensi Guncang Pasar Minyak Dunia Termasuk Indonesia
Bapanas Ungkap Neraca Pangan Surplus Hingga Pasca Lebaran, Stabilitas Harga Tetap Terkendali Tahun Ini
Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam Jika Konflik Iran - AS Meluas dan Tekan Ekonomi Indonesia
APPSI Perkuat Peran Pedagang Pasar Tradisional Jaga Stabilitas Harga Pangan Bersama Pemerintah
Bapanas Pastikan Pasokan Cabai Terjaga Lewat Distribusi Cepat Agar Harga Pangan Tetap Stabil Nasional
KSPN Soroti Standar Emisi Dan Harga Impor Pik Up 4x4 Dalam Proyek Kendaraan Kopdes Merah Putih Nasional
In Memoriam Try Sutrisno: Kritik Demokrasi Liberal dan Arah Reformasi Indonesia Menurut Didik J. Rachbini