• Sabtu, 18 April 2026

KSPN Soroti Standar Emisi Dan Harga Impor Pik Up 4x4 Dalam Proyek Kendaraan Kopdes Merah Putih Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Selasa, 3 Maret 2026 | 20:10 WIB
Kendaraan Mahindra dari India. Tampilan kendaraan pik up 4x4 impor yang diklaim cocok untuk medan pertanian Indonesia namun dipertanyakan efektivitasnya oleh kalangan pekerja dan pelaku industri nasional. (Dok. Mahindra.id)
Kendaraan Mahindra dari India. Tampilan kendaraan pik up 4x4 impor yang diklaim cocok untuk medan pertanian Indonesia namun dipertanyakan efektivitasnya oleh kalangan pekerja dan pelaku industri nasional. (Dok. Mahindra.id)

KSPN mengapresiasi sikap Kementerian Perindustrian, Gaikindo, dan pelaku industri otomotif yang dinilai berupaya memperkuat basis produksi nasional.

Baca Juga: Analisis Ekonom Ungkap Risiko Besar Ekonomi Jika Jalur Minyak Dunia Terganggu Konflik Iran - Amerika

Ristadi menyebut pengadaan domestik berpotensi mencegah pemutusan hubungan kerja serta membuka peluang ekspansi manufaktur otomotif Indonesia.

Ia menegaskan kritik terhadap proyek impor bukan bentuk penolakan program pemerintah melainkan dorongan agar kebijakan berpihak pada tenaga kerja nasional.

Isu Efisiensi Harga dan Standar Emisi Kendaraan Dipertanyakan Publik

Korporasi PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan kendaraan impor lebih efisien dibanding produksi domestik, namun klaim tersebut dipertanyakan karena belum ada produksi lokal pembanding.

Baca Juga: Jusuf Kalla Soroti Dampak Perang Iran Terhadap Harga Minyak Dunia dan Ketahanan Energi Indonesia ke Depan

KSPN juga menyoroti informasi bahwa kendaraan Mahindra Scorpio pik up masih menggunakan standar emisi BS4 yang telah ditinggalkan India.

Organisasi buruh meminta KPK dan BPK mengaudit harga serta spesifikasi teknis guna memastikan tidak terjadi potensi penyimpangan anggaran negara.

“Kami meminta audit agar publik mendapatkan kepastian bahwa program ini benar-benar untuk kepentingan rakyat,” ujar Ristadi dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga: Investigasi Tambang Pulau Gebe Ungkap Risiko Konflik Kepentingan dalam Ekspansi Industri Nikel

Debat Nasionalisme Ekonomi Menguat di Tengah Kebijakan Pengadaan Negara

Isu impor kendaraan Kopdes Merah Putih kini berkembang menjadi diskursus nasional mengenai implementasi nasionalisme ekonomi Indonesia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui laman resmi menegaskan strategi pemerintah adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri pada proyek negara.

Laporan menyebut pemerintah sedang mendorong penguatan industri manufaktur sebagai pilar pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Tumpang Pitu Banyuwangi Antara Mitos Kerajaan Blambangan dan Realitas Industri Tambang Emas Kelas Dunia

Analisis Bloomberg menilai kebijakan substitusi impor menjadi kunci negara berkembang menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X