Program revitalisasi tersebut mencakup jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier yang diperkuat melalui alokasi anggaran besar dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Keputusan Indonesia Soal Board Of Peace Gaza Jadi Sorotan Dunia Setelah Konflik Iran Israel Memanas
Revitalisasi Irigasi Nasional dan Pupuk Subsidi Diperkuat untuk Petani
Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 triliun untuk revitalisasi jaringan irigasi nasional guna mendukung sektor pertanian.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda strategis untuk menjaga ketersediaan air bagi petani serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
“Presiden telah menganggarkan Rp12 triliun untuk revitalisasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier pada 2025,” kata Sudaryono.
Selain infrastruktur air, pemerintah juga menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi agar petani dapat memperoleh pupuk lebih cepat.
Sudaryono menambahkan kebijakan subsidi pupuk juga dilengkapi insentif tambahan berupa pengurangan harga sekitar 20 persen bagi petani.
Pemerintah Tetapkan Harga Panen Jagung untuk Menjaga Pendapatan Petani
Selain memastikan faktor produksi, pemerintah juga menjamin kepastian harga pembelian hasil panen agar petani memperoleh keuntungan yang layak.
Baca Juga: Instruksi Panglima TNI Tentang Siaga 1 Nasional, Patroli Objek Vital dan Evakuasi WNI Disiapkan
Kebijakan harga pembelian pemerintah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi petani.
Sudaryono menjelaskan pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen sebesar Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung.
“Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen yaitu Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung,” kata Sudaryono.
Langkah tersebut diharapkan mendorong petani meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.****