AGRO 24 JAM - Apakah lonjakan harga pangan saat Natal dan Tahun Baru selalu murni karena permintaan meningkat, atau ada praktik di balik rantai distribusi yang sengaja memanfaatkan momentum?
Di tengah tingginya produksi pangan nasional, mengapa harga minyak goreng rakyat justru masih melampaui Harga Eceran Tertinggi di pasar?
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang menaikkan harga pangan di atas Harga Eceran Tertinggi saat momentum Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Sawit Dinilai Tak Cocok Di Jawa Barat, KDM Soroti 1.200 Kasus Banjir Dan Longsor Sepanjang 2024
Sidak Pasar Tegaskan Negara Hadir Jaga Harga Pan gan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Desember 2025.
Sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan menemukan harga minyak goreng rakyat dijual hingga Rp18.000 per liter.
Baca Juga: Target Serap Beras 4 Juta Ton 2026, Stok Nasional Disebut yang Tertinggi Sejak Kemerdekaan
Harga tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi Nataru untuk menaikkan harga seenaknya di atas HET,” kata Andi Amran Sulaiman.
Ia menegaskan Indonesia merupakan produsen minyak goreng terbesar di dunia.
Baca Juga: 1.000 Hektare Lahan Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal Sekotong, Polisi Bidik Pelaku Lintas Negara
Menurutnya, tidak terdapat alasan fundamental yang membenarkan kenaikan harga.