Baca Juga: Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Ancaman Energi, Saat Harga Minyak Dunia Berpotensi Menembus 120 Dolar
“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen,” kata Andi Amran Sulaiman.
Ia menilai penurunan harga pupuk menjadi insentif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebagai latar belakang, isu ketahanan pangan kembali menjadi sorotan global setelah berbagai negara menghadapi gangguan produksi akibat perubahan iklim serta konflik geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia melalui kebijakan penguatan produksi domestik berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor pangan strategis.****
Artikel Terkait
Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun
Cadangan Energi Nasional Pertamina Dijaga Hingga 35 Hari Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Ancaman Energi, Saat Harga Minyak Dunia Berpotensi Menembus 120 Dolar
Mahkota Binokasih dan Teknologi Empu Galuh, Bukti Keunggulan Metalurgi Nusantara Sebelum Era Industri
Ekonomi Global Waspada Konflik Timur Tengah IMF Soroti Dampak Harga Energi dan Sentimen Pasar
KPK Telusuri Manipulasi Pajak dan Impor, Mengapa Kasus Korupsi Penerimaan Negara Sulit Terdeteksi
Peningkatan Logam Perak Sedimen Laut China Selatan Jadi Indikator Baru Dampak dari Pemanasan Global
Ekonom PEPS Ungkap Penurunan Kapasitas Fiskal Indonesia Sejak 2008, Risiko Ekonomi Nasional Meningkat
Mengapa Richard Lee Ditahan Polisi dalam Kasus Skincare, Ini Fakta Penyidikan Polda Metro Jaya
Kebijakan Likuiditas Rp100 Triliun Jadi Strategi Jaga Stabilitas Perbankan dan Pertumbuhan Ekonomi