AGRO 24 JAM - Seberapa besar dampak program transformasi Prabowo terhadap peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat usia produktif Indonesia?
Apakah fokus pembangunan desa, pendidikan, dan hilirisasi industri mampu mempercepat mobilitas ekonomi kelas menengah dalam lima tahun ke depan?
Strategi Pembangunan Prabowo Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Skala Nasional Besar
Presiden Prabowo Subianto menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai dampak utama program transformasi ekonomi dalam agenda pembangunan nasional hingga 2029.
Dalam sidang kabinet pertama Rabu (23/10/2024), Presiden menegaskan pembangunan harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menyatakan pemerintahannya tidak berorientasi pada proyek simbolik melainkan pada program yang memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
Pendekatan tersebut menekankan pentingnya pembangunan berbasis produktivitas sektor riil seperti pangan, energi, pendidikan, dan industri pengolahan.
Baca Juga: Data Penerimaan Pajak Februari 2026 Tunjukkan Tren Positif, Dampaknya Terhadap Stabilitas APBN
Sejumlah pengamat sebelumnya menyebut strategi hilirisasi menjadi faktor penting peningkatan nilai tambah ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Program Desa dan Perikanan Targetkan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir Indonesia
Pemerintah menargetkan pembentukan 2.000 Desa Nelayan Merah Putih guna meningkatkan produktivitas sektor perikanan berbasis komunitas lokal.
Program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan nelayan hingga 70 persen melalui modernisasi sarana produksi dan distribusi.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Robert Fico Ungkap Krisis Energi Usai Pasokan Minyak Rusia Terhenti
Selain itu pembangunan 1.582 kapal ikan modern di galangan domestik ditargetkan membuka sekitar 600.000 peluang kerja baru.
Pengembangan tambak nila salin di Pantura seluas 14.090 hektar juga diproyeksikan menciptakan 132.000 lapangan pekerjaan baru.