nasional

Prabowo Buka Alasan Pangkas Anggaran Rutin, Fokus Program Prioritas Ekonomi dan Kesejahteraan

Jumat, 20 Maret 2026 | 20:45 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan strategi penghematan APBN yang berhasil menghemat Rp308 triliun dari belanja tidak produktif pemerintah. (Dok. Instagram @prabowo)

Pemerintah Pangkas Belanja Seremonial Hingga Pengadaan Barang Tidak Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan efisiensi dilakukan dengan memangkas berbagai belanja rutin yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Defisit APBN Tetap Aman Ini Strategi Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Batu Bara Global

Ia menyebut beberapa pos yang dikurangi termasuk kegiatan seremonial, rapat luar kantor, seminar, hingga pengeluaran alat tulis kantor yang berlebihan.

Prabowo juga menyoroti praktik pengadaan komputer dan perlengkapan kantor yang dilakukan hampir setiap tahun tanpa evaluasi kebutuhan riil birokrasi.

Baca Juga: Hilirisasi Industri Jadi Fokus Prabowo untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Ia menyatakan banyak kegiatan kajian yang dibiayai negara belum menyentuh persoalan mendasar seperti kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas nasional.

Langkah efisiensi ini disebut sebagai tahap awal reformasi belanja agar APBN lebih fokus pada program prioritas pembangunan.

Kebijakan Kerja Fleksibel Dinilai Bisa Dukung Efisiensi Belanja Pemerintah

Prabowo juga menyinggung opsi efisiensi melalui pola kerja fleksibel seperti pengurangan hari kerja dan penerapan kerja dari rumah atau work from home.

Baca Juga: Hilirisasi Industri Jadi Fokus Prabowo untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Ia mencontohkan beberapa negara telah menerapkan pengurangan hari kerja sebagai strategi efisiensi tanpa menurunkan produktivitas sektor publik.

Menurut Prabowo Subianto, pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19 menunjukkan sistem kerja jarak jauh mampu berjalan efektif pada sebagian sektor pemerintahan.

Ia menyebut kemungkinan hingga 75 persen pegawai dapat bekerja dari rumah jika sistem pengawasan dan kinerja disiapkan dengan baik.

Baca Juga: Diplomasi Meja Makan Prabowo dan Megawati Jadi Sorotan, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Politik Indonesia

Kebijakan tersebut dinilai dapat mengurangi biaya operasional kantor sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Latar Belakang Kebijakan Efisiensi dalam Agenda Reformasi Fiskal Nasional

Kebijakan efisiensi anggaran menjadi bagian dari agenda reformasi fiskal yang sejak awal disampaikan Prabowo Subianto setelah resmi menjabat Presiden RI.

Halaman:

Tags

Terkini