nasional

In Memoriam Try Sutrisno: Kritik Demokrasi Liberal dan Arah Reformasi Indonesia Menurut Didik J. Rachbini

Rabu, 4 Maret 2026 | 02:45 WIB
Mantan Wapres Try Sutrisno meninggal dunia. Pidato Try Sutrisno tahun 2025 kembali disorot karena kritiknya terhadap demokrasi liberal dan perubahan sistem ketatanegaraan Indonesia. (Dok. try sutrisno.go.id)

AGRO 24 JAM - Apakah bangsa ini masih memiliki negarawan yang memikirkan masa depan jauh melampaui kekuasaan?

Mengapa kritik tokoh senior terhadap arah demokrasi Indonesia justru semakin relevan di tengah dinamika politik modern?

Warisan Pemikiran Negarawan Tentang Demokrasi dan Arah Bangsa Indonesia

Indonesia kembali kehilangan sosok negarawan setelah wafatnya Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno, yang dikenal aktif menyuarakan gagasan kebangsaan hingga usia senja.

Baca Juga: Ramadan 2026 Mendekat, Pemerintah Tegaskan Stok Pangan Nasional Surplus Tak Bergantung Impor

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengenang Try Sutrisno sebagai tokoh yang tetap konsisten mengkritik arah perjalanan bangsa secara terbuka.

Menurut Didik J. Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, Try Sutrisno selalu menunjukkan sikap hangat kepada generasi muda sekaligus memperhatikan dinamika pemikiran publik sejak era 1990-an.

Ia menyebut interaksi pribadi dengan Try Sutrisno menunjukkan karakter negarawan yang menghargai kritik sebagai bagian penting dalam demokrasi sehat.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Program Swasembada Kini Dinilai Paling Relevan Hadapi Ketidakpastian

Didik J. Rachbini menilai perhatian Try Sutrisno terhadap gagasan publik memperlihatkan kepemimpinan yang tidak berjarak dengan perkembangan intelektual masyarakat.

Kritik Liberalisasi Politik dan Perubahan Sistem Ketatanegaraan Pasca Reformasi

Dalam pidatonya di Universitas Indonesia pada Senin, 21/07/2025, Try Sutrisno menilai kehidupan bangsa cenderung bergerak menuju karakter liberal yang berpotensi mengikis etika Pancasila.

Didik J. Rachbini menyampaikan bahwa kritik tersebut berkaitan dengan dampak empat kali amandemen UUD 1945 yang dianggap mengubah arah kehidupan politik nasional.

Baca Juga: Hoaks Board Of Peace Viral di Medsos, Klarifikasi Kemlu Tegaskan Indonesia Tidak Terlibat Konflik Iran

Menurutnya, demokrasi Indonesia dinilai semakin liberal bahkan disebut lebih liberal dibanding sistem yang berlaku di Amerika Serikat.

Didik J. Rachbini menegaskan bahwa kritik Try Sutrisno perlu dipertimbangkan secara akademik karena menyangkut fondasi moral dan filosofi dasar negara.

Halaman:

Tags

Terkini