internasional

Konflik Iran Jadi Ujian Diplomasi Dunia, AS Tegaskan Tak Akan Kompromi Hingga Ancaman Militer Netral

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:35 WIB
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan peringatan resmi kepada Rusia terkait konflik Iran dalam konferensi pers terbaru di Washington. (Instagram.com @petehegseth)

AGRO 24 JAM - Apakah konflik Amerika Serikat dan Iran berpotensi berubah menjadi perang regional yang lebih luas jika Rusia ikut campur?

Mengapa Washington secara terbuka memberi peringatan keras kepada Moskow di tengah situasi militer yang semakin memanas?

AS Peringatkan Rusia Agar Tak Intervensi Konflik Iran

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase krusial setelah Washington secara terbuka memperingatkan Rusia agar tidak ikut campur dalam konflik yang telah berlangsung dua pekan.

Baca Juga: Suksesi Mojtaba Khamenei Urusan Internal Iran, Tiongkok Kritik Ancaman Israel Terhadap Penerus Ali Khamenei

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan posisi tersebut dalam konferensi pers resmi menyusul komunikasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pernyataan ini memperlihatkan eskalasi diplomatik terbaru sekaligus sinyal bahwa konflik Iran kini menjadi perhatian kekuatan global yang berpotensi memperluas risiko keamanan internasional.

Peringatan Tegas Washington Kepada Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Kawasan

Pete Hegseth yang menjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengatakan Rusia tidak boleh terlibat dalam konflik yang menurutnya harus tetap terbatas pada pihak terkait langsung.

Baca Juga: Transparansi Tambang Emas Banyuwangi Dipertanyakan, Dugaan Pelanggaran Hingga Tata Kelola Lahan Mencuat

Ia menyampaikan pesan tersebut setelah percakapan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Vladimir Putin yang membahas perkembangan terbaru situasi keamanan global.

Menurut Hegseth, stabilitas kawasan hanya dapat dijaga apabila kekuatan besar tidak memperluas spektrum konflik melalui intervensi militer langsung maupun dukungan strategis.

Kondisi Kepemimpinan Iran Disebut Tertekan Setelah Dua Pekan Serangan Militer

Hegseth menyebut kepemimpinan Iran berada dalam posisi sulit setelah operasi militer Amerika Serikat memasuki minggu kedua dengan tekanan strategis signifikan.

Baca Juga: Ombudsman RI Sarankan Pemerintah Prioritaskan Industri Otomotif Nasional untuk Armada Logistik Desa

Ia juga meminta Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan komitmen terbuka untuk menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir.

Pernyataan tersebut merujuk pada peringatan sebelumnya dari Presiden Donald Trump mengenai konsekuensi serius apabila Iran tetap melanjutkan program nuklir militernya.

Halaman:

Tags

Terkini