“Tekanan harga minyak global dapat berdampak pada nilai impor Indonesia sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan,” ujar Brian Yuliarto.
Baca Juga: Langkah Diplomasi Prabowo Bahas Board Of Peace dan Stabilitas Nasional Bersama Tokoh Politik
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Capai Target Seratus Gigawatt
Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 Gigawatt di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini diprioritaskan untuk wilayah yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel dengan biaya operasional tinggi.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya diharapkan mampu menekan biaya energi sekaligus meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan nasional.
Menurut Brian Yuliarto, percepatan riset dan kajian teknis akan menjadi dasar implementasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
Koordinasi pelaksanaan program tersebut akan dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Program Kendaraan Listrik Didorong Untuk Tekan Konsumsi Bahan Bakar
Konversi kendaraan listrik menjadi strategi penting pemerintah untuk menurunkan konsumsi bahan bakar minyak dalam sektor transportasi.
Baca Juga: Macron Perkuat Arsenal Nuklir Prancis Saat Dunia Hadapi Ancaman Keamanan Multikrisis Internasional
Sektor transportasi selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi bahan bakar nasional.
Pemerintah menilai percepatan kendaraan listrik dapat memberikan dampak langsung terhadap pengurangan impor energi.
“Presiden meminta kementerian terkait mempercepat implementasi konversi kendaraan listrik,” ujar Brian Yuliarto.
Program ini juga menjadi bagian dari agenda transisi energi menuju sistem transportasi rendah emisi.