ekonomi

Kerja Sama Chip Indonesia dengan Arm Limited Jadi Momentum Transformasi Ekonomi Digital Strategis

Jumat, 27 Februari 2026 | 16:10 WIB
Airlangga Hartarto menjelaskan strategi pemerintah memperkuat industri semikonduktor nasional melalui penguasaan desain chip dan pengembangan SDM teknologi tinggi. (Dok. presidenri.go.id)

AGRO 24 JAM - Apakah Indonesia akhirnya menemukan jalan masuk industri chip global setelah puluhan tahun hanya menjadi pasar teknologi?

Mampukah kerja sama desain semikonduktor menjadi titik balik kedaulatan digital nasional sekaligus mengubah posisi Indonesia dalam rantai nilai teknologi dunia?

Indonesia Mulai Masuk Hulu Industri Semikonduktor Global Melalui Kerja Sama Strategis

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan kerangka kerja antara Danantara dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Pasokan Energi Nasional Dijaga Ketat, Pertamina Aktifkan Satgas Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran

Kesepakatan tersebut menandai langkah awal Indonesia memasuki sektor hulu industri semikonduktor melalui penguasaan teknologi desain chip yang selama ini didominasi negara maju.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kerja sama ini merupakan strategi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global.

Menurut Airlangga, Arm Limited menguasai sekitar 96 persen teknologi chip otomotif dan hampir 94 persen desain chip data center serta kecerdasan buatan dunia.

Baca Juga: Nilai Investasi 33 Miliar Dolar AS Dalam Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Jadi Sorotan Dunia

Ia menyatakan desain chip merupakan tahap paling hulu dan bernilai tinggi dalam rantai industri semikonduktor global.

Pelatihan Lima Belas Ribu Insinyur Jadi Fondasi Kemandirian Teknologi Nasional

Pemerintah menargetkan pelatihan 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm sebagai langkah konkret membangun kapasitas sumber daya manusia teknologi tinggi.

Program tersebut dilakukan melalui pengiriman insinyur ke Inggris serta menghadirkan pengajar Arm ke Indonesia dengan kurikulum desain chip internasional.

Baca Juga: Kunjungan Kenegaraan Prabowo di Yordania Soroti Hubungan Strategis dalam Stabilitas Kawasan Timur Tengah

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pengembangan chip nasional akan menyasar enam sektor industri strategis.

Sektor tersebut meliputi otomotif, internet of things, data center, peralatan rumah tangga, kendaraan otonom, dan quantum computing.

Halaman:

Tags

Terkini