ekonomi

Ferry Latuhihin Sebut Investor Asing Nilai Ekonomi Mismanaged, Fokus Risiko Fiskal MBG, Danantara dan APBN

Jumat, 13 Februari 2026 | 09:25 WIB
Analisis Ferry Latuhihin menyebut Danantara dan MBG memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional. (Facebook.com @jenderal.keuangan)

Peran Danantara dalam Persepsi Risiko Ekonomi Indonesia Global

Ferry Latuhihin menyebut pembentukan Danantara sebagai lembaga baru dipantau investor karena berpotensi memengaruhi struktur pembiayaan negara.

Baca Juga: Gejolak IHSG Februari 2026 Dipicu Isu 4 Surat MSCI, Apa Langkah OJK dan BEI Memperkuat Transparansi?

Ia menjelaskan pasar global masih menunggu transparansi tata kelola dan mekanisme pendanaan sebelum menilai dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Menurutnya, kepastian regulasi dan komunikasi kebijakan akan menentukan apakah investor kembali meningkatkan eksposur di Indonesia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan APBN tetap dikelola hati-hati dengan defisit terkendali dan rasio utang aman sesuai kerangka fiskal.

Baca Juga: Stabilitas Nasional Jadi Kunci Ekonomi Inklusif, Menkeu Ungkap Anggaran Polri Tumbuh 5,7 Persen Per Tahun

Bank Indonesia (BI) menyatakan fundamental ekonomi Indonesia masih solid dengan inflasi terkendali dan stabilitas sistem keuangan terjaga.

Sejumlah laporan nasional dan internasional juga mencatat dinamika persepsi investor terhadap kebijakan ekonomi Indonesia:

Ferry Latuhihin menekankan bahwa persepsi investor bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi kejelasan implementasi kebijakan fiskal pemerintah.

Baca Juga: Hashim Ungkap Evaluasi Bursa Usai Penurunan IHSG, Pemerintah Soroti PER Saham Tinggi dan Kepercayaan Investor

Ia menambahkan stabilitas kebijakan, transparansi anggaran, dan konsistensi reformasi menjadi faktor utama dalam membangun kembali kepercayaan investor global.****

Halaman:

Tags

Terkini