Dampak Konflik Terhadap Pasar Saham Mata Uang dan Investasi
DBS Group Research menyatakan konflik biasanya memicu aksi jual jangka pendek di pasar saham sebelum kembali ke fundamental ekonomi global.
Baca Juga: Evaluasi Menteri Ekonomi Dinilai Penting Jaga Momentum Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Tahun 2026
Investor cenderung memindahkan dana ke aset aman seperti dolar Amerika, yen Jepang, dan emas ketika risiko geopolitik meningkat signifikan.
DBS Group Research menilai kenaikan harga energi yang memicu inflasi global menjadi risiko terbesar bagi pasar saham dibanding dampak konflik jangka pendek.
Risiko Terhadap Ekonomi Indonesia dari Kenaikan Harga Energi Global
Indonesia dinilai bisa mendapat manfaat dari kenaikan harga komoditas energi, namun tekanan inflasi dan pelemahan rupiah menjadi risiko yang harus diwaspadai.
DBS Group Research mencatat cadangan minyak nasional sekitar 20 hari meningkatkan risiko kenaikan harga bahan bakar jika harga minyak global terus naik.
DBS Group Research menegaskan kinerja laba korporasi dan dividen akan menjadi faktor utama menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan sepanjang 2026.
Sejumlah media internasional seperti Bloomberg sebelumnya melaporkan konflik kawasan Timur Tengah berulang kali memicu volatilitas harga minyak dan pasar keuangan global.****
Artikel Terkait
Misi Perdamaian Berujung Duka, Indonesia Minta PBB Perkuat Sistem Keamanan Pasukan UNIFIL di Kawasan Konflik
Investor Wajib Tahu Dampak Konflik Selat Hormuz Terhadap Emas, Saham, Energi, dan Sektor Teknologi Global
Mengapa Stok Beras Indonesia Disebut Teraman 2026, Ini Data Serapan dan Inflasi Pangan Terbaru
Stok Beras Nasional Tembus Rekor 2026, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Lebih Siap Hadapi Kemarau
Belanja Negara Dipercepat, Pemerintah Jaga Defisit APBN Sambil Optimalkan Kenaikan Penerimaan Pajak
Penertiban Sawit Ilegal di Hutan Sumut Dimulai, Targetkan Pemulihan Ekosistem Mangrove Pesisir
Operasi Satgas PKH Bersihkan Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi Mangrove, Libatkan Masyarakat Sekitar Hutan
Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran
Utang Luar Negeri Tumbuh Lebih Cepat dari Devisa, Bagaimana Nasib Stabilitas Rupiah Selanjutnya
BGN Klarifikasi Hoaks 70.000 Motor Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis, Ini Fakta Sebenarnya Data Resmi