AGRO 24 JAM - Bagaimana laporan harta kekayaan seorang gubernur bisa melonjak ratusan miliar rupiah hanya dalam hitungan bulan?
Apakah lonjakan tersebut sepenuhnya berasal dari mekanisme yang sah, atau justru membuka ruang pertanyaan publik soal transparansi pejabat negara?
Lonjakan LHKPN Sherly Tjoanda Jadi Sorotan Nasional Publik
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara milik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mencatat kekayaan bersih Rp972,11 miliar per Februari 2025.
Baca Juga: Kementerian Kehutanan Sita 1 Juta Hektar PBPH, 23 Subjek Hukum Disidik Pascabanjir Sumatera
Angka tersebut menjadikannya salah satu kepala daerah dengan nilai kekayaan terbesar yang pernah tercatat dalam sistem LHKPN.
Data resmi Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan kenaikan harta mencapai Rp262,35 miliar dibandingkan laporan Oktober 2024.
Rincian Aset Dominan Tanah Kas Dan Surat Berharga
Dokumen LHKPN menyebut total aset kotor Sherly mencapai Rp979,11 miliar dengan utang sebesar Rp6,99 miliar.
Baca Juga: Wirastuty Fangiono Masuk Forbes 2025, Konglomerat Perempuan Termuda Berharta 1,4 Miliar Dolar AS
Aset tanah dan bangunan bernilai Rp201,70 miliar tersebar di ratusan lokasi lintas daerah, termasuk Maluku Utara dan Pulau Jawa.
Kas dan setara kas mencapai Rp236,59 miliar, sementara surat berharga tercatat senilai Rp262,02 miliar.
Perubahan Status Warisan Picu Kenaikan Kekayaan Signifikan
Lonjakan kekayaan terutama dipicu perubahan status sejumlah aset dari hasil sendiri menjadi warisan.
Baca Juga: Dugaan Kasus Kripto Timothy Ronald: Dari Influencer Finansial ke Laporan Kerugian Miliaran
Perubahan tersebut terjadi setelah wafatnya suami Sherly Tjoanda, mendiang Benny Laos, pada Oktober 2024.
Selain itu, kewajiban utang menurun drastis dari Rp24,48 miliar menjadi Rp6,99 miliar.
Artikel Terkait
Tarif Listrik Awal 2026 Stabil, ESDM Prioritaskan Daya Beli dan Kepastian Usaha
Miliarder Teknologi Elon Musk di Puncak Dunia: Hartanya Setara dengan PDB Negara Maju
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang
Obligasi Dolar AS Indonesia Raih BBB dari Fitch, Ini Faktor ESG dan Risiko Penurunan Peringkat
Pelita Air Service Rugi Puluhan Juta Dolar AS, CBA Mendorong Perombakan Manajemen
Krisis Lingkungan Kalimantan Selatan: Mahasiswa Nilai Banjir Akibat Tata Kelola SDA Bermasalah
Daya Beli Melemah, Apindo Soroti Tantangan Kejar Target Pajak Tahuj 2026 Rp 2.357,7 Triliun
Dugaan Kasus Kripto Timothy Ronald: Dari Influencer Finansial ke Laporan Kerugian Miliaran
Wirastuty Fangiono Masuk Forbes 2025, Konglomerat Perempuan Termuda Berharta 1,4 Miliar Dolar AS
Kementerian Kehutanan Sita 1 Juta Hektar PBPH, 23 Subjek Hukum Disidik Pascabanjir Sumatera