AGRO 24JAM - Apakah akuisisi selebriti ke korporasi publik mampu mengubah kinerja fundamental emiten yang sedang tertekan?
Bagaimana pasar modal merespons rencana Nagita Slavina mengambil alih mayoritas saham VISI yang sempat melonjak dan kemudian anjlok tajam?
Rencana Akuisisi Nagita Slavina Sorot Fundamental Korporasi Digital Indonesia
Kabar rencana akuisisi mayoritas saham PT Satu Visi Putra Tbk oleh Nagita Slavina menjadi perhatian pelaku pasar modal sejak 12 Februari 2026.
Baca Juga: Elektabilitas Dan Koalisi Jadi Penentu, Ini Analisis Tentang Peluang Cawapres Prabowo Pada 2029
Negosiasi pembelian saham mayoritas dari pemegang lama David Dwiputra disebut masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Jika rampung, Nagita berpotensi menjadi pengendali baru korporasi penyedia bahan periklanan dan percetakan digital tersebut.
Manajemen VISI menyatakan proses negosiasi belum berdampak signifikan terhadap operasional dan kelangsungan usaha korporasi.
Baca Juga: Data 2025 Diplomasi Indonesia di 300 Forum Global Tegaskan Dukungan Palestina Tidak Berubah
Pernyataan resmi disampaikan melalui keterbukaan informasi korporasi kepada publik dan otoritas bursa.
Perusahaan juga menegaskan aktivitas bisnis berjalan normal sambil menunggu kepastian transaksi.
Kondisi Keuangan VISI Terkini Jadi Sorotan Investor Publik
Laporan keuangan sembilan bulan 2025 menunjukkan pendapatan VISI sekitar Rp250 miliar atau turun 22 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bobot Saham di MSCI Dibahas 120 Menit Luhut Targetkan Arus Modal Global Masuk Bursa Efek Indonesia
Laba bersih tercatat Rp2,5 miliar dengan total liabilitas Rp108,31 miliar dan rasio DER sekitar 0,48 kali
Ekuitas tercatat Rp185,48 miliar atau sedikit turun dari posisi akhir 2024 sebesar Rp186,10 miliar.