Latar Belakang Ketahanan Fiskal Indonesia Menghadapi Gejolak Ekonomi Dunia
Sejumlah media sebelumnya melaporkan pemerintah konsisten menjaga defisit fiskal kembali ke bawah tiga persen setelah relaksasi anggaran selama pandemi Covid-19.
Kebijakan konsolidasi fiskal dilakukan melalui peningkatan penerimaan negara, pengendalian subsidi energi, serta optimalisasi pembiayaan melalui instrumen surat berharga negara.
Konteks tersebut menjelaskan mengapa skenario defisit di atas tiga persen menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga kredibilitas APBN Indonesia di mata investor global.****
Artikel Terkait
Fokus Selamatkan Gajah dari Ancaman Kepunahan, Inpres Konservasi dan Perluasan Habitat Diutamakan
Kurangi Ketergantungan Timur Tengah, Indonesia Buka Impor Minyak AS Demi Stabilitas Energi Nasional
Perpanjangan Kontrak Tambang Freeport Berkaitan dengan Kesepakatan Dagang, Ini Menurut Analisis Jatam
Pemerintah Kaji Efisiensi Energi Lewat WFH dan Pembatasan Mobilitas Jika Krisis BBM Dunia Terjadi
Ketahanan Energi dan Pangan Jadi Kunci Strategi Jaga Defisit Anggaran Negara Tetap Terkendali Secara Nasional
Pasokan Minyak Tiongkok Aman di Tengah Krisis Selat Hormuz, Apa Dampaknya Bagi Keseimbangan Ekonomi Dunia
Ketahanan Energi Diperkuat Kontrak LPG Amerika Serikat dan Tambahan Kargo Australia Jelang Ramadan Tahun Ini
Pengungkapan Tambang Emas Ilegal Jadi Bukti Pengawasan Sumber Daya Alam Masih Jadi Tantangan
Danantara Jadi Kunci Konsolidasi BUMN, Prabowo Soroti Integritas Pengelolaan Aset Negara untuk Ekonomi Indonesia
Kebijakan Energi Diperkuat, Pemerintah Wajibkan Korporasi Batu Bara Penuhi Pasokan Domestik Sebelum Ekspor