• Sabtu, 18 April 2026

72 Ton Bawang Bombai Ilegal Terungkap, 4 Organisme Berbahaya Ancam Produksi Pertanian Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Senin, 29 Desember 2025 | 13:51 WIB
Bawang bombai ilegal tanpa izin impor diamankan aparat sebelum beredar di pasar domestik. (Dok. Kementan)
Bawang bombai ilegal tanpa izin impor diamankan aparat sebelum beredar di pasar domestik. (Dok. Kementan)

AGRO.24JAMNEWS.COM  - Seberapa besar dampak bawang bombai ilegal terhadap harga pangan dan pendapatan petani jika lolos ke pasar domestik?

Mungkinkah satu praktik penyelundupan memicu kerugian ekonomi nasional dalam jangka panjang?

Bawang Bombai Ilegal Ancam Ketahanan Pangan Dan Petani

Kasus penyelundupan bawang bombai ilegal di Surabaya menyoroti ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

 Baca Juga: Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari

Kementerian Pertanian menyebut komoditas tersebut mengandung organisme pengganggu tumbuhan berbahaya yang berisiko menyebar luas di lahan pertanian.

Sebanyak 72 ton bawang bombai ilegal diamankan aparat kepolisian sebelum beredar di pasar domestik.

Ancaman Biologis Terhadap Produksi Nasional

Badan Karantina Pertanian mengidentifikasi empat organisme berbahaya yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman hortikultura nasional.

Baca Juga: Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025

Organisme tersebut mencakup nematoda daun, nematoda akar, serta dua jenis jamur patogen yang sulit dikendalikan di lapangan.

Penyebaran organisme ini dapat memicu gagal panen dan meningkatkan biaya produksi petani secara signifikan.

Penyelundupan dan Distorsi Harga Pasar

Kementerian Pertanian menilai masuknya bawang bombai ilegal juga berpotensi mendistorsi harga pasar dan merugikan petani dalam negeri.

Baca Juga: CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM

Komoditas ilegal biasanya dijual lebih murah karena menghindari bea masuk dan pengawasan karantina.

Kondisi ini dapat menekan harga bawang lokal dan menurunkan pendapatan petani nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Terkini

Terpopuler

X