internasional

Greenland Tidak Dijual: 3 Sikap Tegas Pemerintah Otonom Hadapi Ambisi Besar merika Serikat

Kamis, 8 Januari 2026 | 12:30 WIB
Perdana Menteri Greenland, Múte Bourup Egede. (Facebook.com @Múte Bourup Egede)

ARGO 24 JAM - Di balik hamparan es abadi Greenland, apakah tersimpan sumber daya yang dapat mengubah keseimbangan ekonomi global?

Ketika dunia berlomba mengamankan mineral strategis, mengapa Greenland menjadi pusat perhatian Amerika Serikat dan kekuatan besar lainnya?

Greenland dan Nilai Ekonomi di Era Transisi Energi

Greenland kembali menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya kebutuhan global akan mineral strategis.

Baca Juga: PEPS Soroti Kasus Kerry Adrianto Riza: Tuduhan Klausul Aset Dinilai Tidak Pernah Ada

Wilayah ini menyimpan cadangan tanah jarang, gas alam, dan potensi energi bersih.

Amerika Serikat memandang Greenland sebagai bagian penting rantai pasok mineral global.

Ketergantungan dunia terhadap mineral strategis terus meningkat dalam transisi energi.

Baca Juga: Dokumen Ekspor Bauksit Diamankan, Kejati Kalbar Lanjutkan Penggeledahan KSOP Ketapang

Cadangan Mineral Strategis di Balik Lapisan Es

Menurut data Geological Survey Denmark, Greenland memiliki cadangan tanah jarang signifikan.

Mineral ini krusial bagi industri baterai, kendaraan listrik, dan teknologi pertahanan.

Laporan menyebut Greenland sebagai alternatif pasokan non-Tiongkok, faktor ini menjadi perhatian utama Washington.

Baca Juga: Fakta Kapal Sewa PIS: Dominasi Kapal Tua, Breakdown Panjang, dan Beban Finansial Meningkat

Sikap Greenland Terhadap Investasi Asing

Pemerintah Greenland membuka peluang investasi dengan pendekatan selektif.

Namun, pemerintah menolak keras segala bentuk pengalihan kedaulatan.

Halaman:

Tags

Terkini