ekonomi

Defisit APBN Tetap Di Bawah 3 Persen, Pemerintah Kirim Sinyal Kuat Stabilitas Fiskal Indonesia

Jumat, 10 April 2026 | 12:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia masih stabil berdasarkan indikator makro terbaru pemerintah. (Dok. Instagram @airlanggahartarto)

Indikator tersebut antara lain Indeks Keyakinan Konsumen, Purchasing Managers Index manufaktur, cadangan devisa, serta neraca pembayaran yang dinilai masih solid.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik

Selain itu penerimaan pajak juga dilaporkan mengalami pertumbuhan yang mencerminkan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak.

Menurut Airlangga, indikator tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah terhadap ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi dinamika global.

Target Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Pertama 2026 Diproyeksikan Capai 5,5 Persen

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen.

Baca Juga: Iran Beri Izin Negara Mitra Lewati Selat Hormuz, Pasar Minyak Global Mulai Tunjukkan Sinyal Stabilitas Baru

Target tersebut sejalan dengan proyeksi pemerintah yang sebelumnya disampaikan dalam berbagai forum kebijakan ekonomi nasional.

Airlangga menyebutkan laporan Menteri Keuangan juga menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi tetap berada pada kisaran target tersebut.

“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik dan bisa mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen,” jelas Airlangga.

Baca Juga: Tanda Pemulihan Energi Dunia Muncul Saat Aktivitas Kapal Tanker di Selat Hormuz Kembali Meningkat Signifikan

Kebijakan Fiskal Disiplin Jadi Sinyal Stabilitas Ekonomi Indonesia Global

Komitmen menjaga rasio utang dan defisit menjadi sinyal kuat konsistensi kebijakan fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dalam berbagai laporan media arus utama sebelumnya, disiplin fiskal dinilai menjadi faktor penting menjaga peringkat kredit Indonesia tetap stabil.

Kebijakan ini juga dinilai penting untuk menjaga daya saing investasi serta memperkuat kepercayaan pelaku usaha terhadap ekonomi nasional.

Baca Juga: Perang Iran dan Israel Menguji Ketahanan Pasar Energi Global, Ini Dampak yang Harus Diantisipasi Investor

Dengan kombinasi stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi, pemerintah berharap momentum ekspansi ekonomi tetap terjaga sepanjang 2026.****

Halaman:

Tags

Terkini