ekonomi

Kebijakan Fiskal Diuji Tekanan Global, Menteng Kleb Usulkan Penguatan Transparansi dan Produktivitas Anggaran

Rabu, 8 April 2026 | 06:55 WIB
Tax ratio Indonesia menjadi perhatian setelah turun menjadi 9,31 persen pada 2025 berdasarkan data ekonomi nasional. (Dok. kemenkeu.go.id)

Baca Juga: Data Terbaru Stok Beras 2026, Rekor Serapan Produksi Petani Jadi Penopang Ketahanan Pangan Tahun Ini

Ia menilai persepsi populisme fiskal dapat memengaruhi kepercayaan pasar jika kebijakan dianggap lebih berorientasi jangka pendek dibandingkan penguatan fundamental ekonomi.

Menurut Kusfiardi, kesinambungan fiskal menjadi faktor utama dalam menjaga kredibilitas Indonesia di mata investor global dan lembaga keuangan internasional.

Menteng Kleb Dorong Reformasi Fiskal Berbasis Amanat Konstitusi Nasional

Menteng Kleb mendorong arah kebijakan fiskal kembali berorientasi pada amanat konstitusi dengan fokus pada keadilan ekonomi dan penguatan sektor produktif.

Baca Juga: Mengapa Terminal Minyak Pulau Kharg Disebut Kunci Ketahanan Ekonomi Iran dalam Tekanan Global Modern

Kusfiardi mengatakan Indonesia membutuhkan teknokrat fiskal yang mampu menjaga kredibilitas global sekaligus memahami kebutuhan ekonomi domestik secara seimbang.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi perpajakan dan penguatan basis pajak agar kontribusi kelompok ekonomi besar meningkat secara adil.

Sebagai catatan, isu ruang fiskal sempit dan optimalisasi penerimaan pajak sebelumnya juga menjadi perhatian berbagai laporan media ekonomi nasional sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Baca Juga: Dilema Harga BBM Saat Subsidi Membengkak dan Harga Minyak Global Terus Bergerak Naik Tahun Ini

Kusfiardi, analis ekonomi Menteng Kleb, mengatakan evaluasi kebijakan ekonomi perlu dilakukan untuk memastikan arah fiskal tetap relevan dengan dinamika global.

Ia menegaskan Indonesia membutuhkan kepemimpinan fiskal adaptif yang mampu menjaga disiplin anggaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.****

Halaman:

Tags

Terkini