Menurutnya, pendekatan ini terbukti membantu menjaga stabilitas sosial ketika terjadi penyesuaian harga energi.
Pentingnya Perlindungan Daya Beli Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global
SBY menilai kelompok usia produktif menjadi salah satu segmen paling terdampak karena berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan konsumsi harian.
Ia mendorong kampanye penghematan energi nasional sebagai bagian dari strategi jangka pendek menghadapi tekanan harga global.
SBY menyebut efisiensi konsumsi energi dapat menjadi langkah praktis yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Baca Juga: Kebijakan Work From Home ASN Disiapkan, Ini Tujuan Strategis Pemerintah Dorong Efisiensi Energi
Ia juga menekankan pentingnya menjaga optimisme publik agar konsumsi domestik tetap stabil sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, stabilitas psikologis pasar domestik sama pentingnya dengan stabilitas indikator ekonomi makro.
Optimisme Indonesia Hadapi Risiko Krisis Energi Tahun 2026
SBY menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah saat ini dalam mempersiapkan berbagai skenario kebijakan menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Ia menyebut koordinasi kebijakan fiskal dan energi menjadi faktor penting menjaga stabilitas ekonomi nasional.
SBY menilai Indonesia memiliki pengalaman institusional yang cukup dalam menghadapi tekanan harga komoditas global.
Ia menambahkan bahwa disiplin kebijakan dan ketenangan pengambilan keputusan menjadi kunci menghadapi situasi ekonomi global yang dinamis.
SBY menutup dengan menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi cukup kuat untuk menghadapi tantangan harga minyak dunia 2026.****