ekonomi

Keputusan Pemerintah Perpanjang Dana Likuiditas Bank BUMN Dinilai Penting untuk Stabilkan Ekonomi

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:40 WIB
Menkeu Purbaya menyampaikan strategi pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memastikan likuiditas bank BUMN tetap kuat sepanjang tahun 2026. (Instagram.com @Menkeuri)

ARGO 24 JAM - Apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bergantung pada suntikan likuiditas pemerintah?

Seberapa besar dampak penempatan dana Rp200 triliun di bank BUMN terhadap kredit masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional?

Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana untuk Menjaga Stabilitas Likuiditas Perbankan Nasional

Pemerintah memperpanjang tenor penempatan dana Rp200 triliun di bank-bank BUMN hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Kasus Penyelundupan Timah Bangka Selatan Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Ekspor Ilegal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keputusan tersebut di Jakarta, Senin (23/02/2026), setelah rapat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.

Ia menjelaskan dana yang semula jatuh tempo 13 Maret 2026 langsung diperpanjang enam bulan sebagai langkah konsolidasi kebijakan ekonomi nasional.

“Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Baca Juga: APBN 2026 Tunjukkan Kinerja Solid, Pendapatan Negara Naik dan Belanja Pemerintah Meningkat Signifikan

Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Koordinasi Fiskal dan Moneter Dinilai Perkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut Purbaya, koordinasi erat pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan likuiditas dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Ia menegaskan bank BUMN tidak perlu khawatir terhadap risiko penarikan dana pemerintah yang berpotensi mengganggu kemampuan penyaluran kredit.

Baca Juga: Rahasia Finansial Para Miliarder Terungkap, Hidup Hemat Jadi Kunci Pertumbuhan Kekayaan Berkelanjutan

“Sebelumnya banyak yang bertanya apakah bank kehilangan likuiditas karena uang ditarik pemerintah, dan saya tegaskan hal itu tidak akan terjadi,” katanya.

Sejak kebijakan diluncurkan September 2025, pemerintah mencatat dampak positif terhadap peredaran uang dan aktivitas pembiayaan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini