ekonomi

Pajak Melonjak 30 Persen Awal 2026, Optimistis APBN Jadi Motor Penggerak Ekonomi Tahun Ini

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja APBN 2026 yang menunjukkan pendapatan negara meningkat dan belanja pemerintah terakselerasi menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Instagram.com @Menkeuri)

Kebijakan fiskal ekspansif awal tahun bertujuan menciptakan efek berganda ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan aktivitas sektor riil.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Baru, Bagaimana Dampaknya Bagi Ritel Modern

Defisit Rendah Perkuat Kepercayaan Terhadap Kesehatan Fiskal Pemerintah

Walau belanja meningkat, defisit APBN tercatat Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto sehingga tetap dalam batas aman.

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit rendah menunjukkan disiplin fiskal tetap dijaga meski pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja negara.

Defisit terkendali menjadi faktor penting bagi investor dan pelaku usaha dalam menilai stabilitas ekonomi makro Indonesia.

Baca Juga: Proyek Emas Pani Gorontalo Mulai Produksi Perdana, Bagaimana Dampaknya Industri Emas ke Depan

Pengelolaan fiskal yang kredibel dinilai mampu menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan ruang kebijakan ekonomi tetap tersedia.

Pemerintah optimistis APBN 2026 mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menjadi instrumen utama pertumbuhan berkelanjutan.

Peran APBN Sebagai Penyangga Ekonomi dalam Ketidakpastian Global

Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyoroti peran APBN sebagai shock absorber ketika ekonomi dunia menghadapi tekanan inflasi dan perlambatan perdagangan global.

Baca Juga: Delapan Korporasi Antre IPO di Bursa Efek, Pasar Modal Tunggu Momentum Listing Saham Tahun 2026

Strategi kombinasi peningkatan pendapatan dan percepatan belanja dinilai menjadi pendekatan fiskal yang konsisten diterapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN tetap berfungsi optimal menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung momentum pertumbuhan nasional sepanjang 2026.

Ia optimistis kinerja awal tahun memberikan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi.

Baca Juga: Sertifikasi Halal dan Diplomasi Ekonomi, Mengapa Regulasi Kini Jadi Perhatian Mitra Dagang

Kinerja APBN Januari 2026 menjadi indikator penting bahwa kebijakan fiskal pemerintah diarahkan pada keseimbangan antara stabilitas dan ekspansi ekonomi nasional.****

Halaman:

Tags

Terkini