MSCI sebelumnya membekukan sejumlah saham Indonesia dari indeks karena data free float dianggap belum transparan dan sulit diverifikasi.
Akibat pembekuan tersebut, saham domestik tidak dapat ditambahkan ke indeks MSCI dan bobot saham eksisting tidak meningkat.
Baca Juga: Prabowo Tekankan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Ciptakan Iklim Investasi Bersih
Dampaknya terasa pada IHSG yang sempat melemah karena investor asing menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi global.
Upaya Reformasi Pasar Modal Dorong Kepercayaan Investor Jangka Panjang
Langkah penertiban saham gorengan dinilai sebagai upaya reformasi pasar modal untuk meningkatkan standar tata kelola dan transparansi.
OJK menegaskan pengawasan diperketat guna mencegah praktik manipulasi harga.
Baca Juga: Akuisisi VISI oleh Nagita Slavina Disorot, Pendapatan Turun 22% dan Saham Anjlok Usai Terbuka
Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mendukung penuh penguatan regulasi demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Pengamat pasar modal menilai kebijakan ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor global jika transparansi free float terus diperbaiki.
OJK dalam situs resminya menyebutkan penegakan aturan pasar modal bertujuan menciptakan perdagangan yang adil, transparan, dan efisien bagi seluruh pelaku.
Baca Juga: Elektabilitas Dan Koalisi Jadi Penentu, Ini Analisis Tentang Peluang Cawapres Prabowo Pada 2029
Media internasional menilai reformasi transparansi bursa Indonesia menjadi kunci menarik kembali arus investasi asing dalam jangka panjang.****