ekonomi

PDB Indonesia Kuartal IV 2025 Berpotensi Tertinggi Sejak 2022 Menurut Proyeksi Bank Mandiri

Kamis, 5 Februari 2026 | 13:25 WIB
Gedung Bank Mandiri. Belanja modal pemerintah meningkat seiring percepatan proyek infrastruktur nasional. (Dok. bankmandiri.co.id)

AGRO 24JAM - Sejauh mana konsumsi rumah tangga mampu menjaga resiliensi ekonomi Indonesia di tengah perlambatan sektor eksternal global?

Apakah stimulus fiskal dan pemulihan investasi cukup kuat untuk mengantarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menutup 2025 dengan kinerja solid?

Optimisme terhadap ekonomi Indonesia menguat menjelang akhir 2025, didukung konsumsi domestik yang tetap terjaga dan pemulihan investasi.

Baca Juga: Keputusan Cepat Prabowo di Kertanegara Usai Telepon Penting Terkait Kegaduhan Pasar Modal

Bank Mandiri melalui Office of the Chief Economist memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,23 persen secara tahunan.

Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Menjadi Pilar Pertumbuhan

Konsumsi rumah tangga diproyeksikan tumbuh 5,0 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025.

Baca Juga: Rp 155 Triliun Dana Mengalir ke Luar Negeri dari Emas Ilegal, PPATK Ungkap Skema Transaksi

Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 4,9 persen.

Konsumsi tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan bahwa stimulus pemerintah berperan menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Kerja Sama Mineral Strategis, Amerika Serikat Bidik Vietnam sebagai Basis Baru Industri Tanah Jarang

Ia menilai peningkatan aktivitas ritel selama libur akhir tahun turut mendorong konsumsi.

Kondisi tersebut memperkuat permintaan domestik pada penghujung 2025.

Halaman:

Tags

Terkini