Andry Asmoro menilai peningkatan impor mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang sehat.
Ia menegaskan bahwa perlambatan sektor eksternal tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: PPATK Ungkap PETI dan Emas Ilegal Rugikan Negara Hingga Rp 992 Triliun dalam Tiga Tahun
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai 5,07 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data resmi produk domestik bruto pada 5 Februari 2026.**
Artikel Terkait
Pemprov Banten Perketat Pertambangan, IUP Baru Ditunda Dan Tambang Ilegal Ditutup Total
Anindya Bakrie Tekankan Investasi Jangka Panjang di Tengah Makin Maraknya Saham Gorengan
Sovereign Wealth Fund Kelola 1,04 Triliun Dolar AS, Prabowo Tekankan Transparansi dan Tanggung Jawab
Prabowo Minta Pejabat Mundur Saat Pasar Modal Tertekan dan Kredit Bank Himbara Disorot
Deflasi Pangan 1,96 Persen Januari 2026 Jadi Sinyal Stabilitas Harga Menjelang Ramadan Dan Idulfitri
Tiga Tersangka Baru Kasus Saham Gorengan IPO PIPA, Bareskrim Dalami Manipulasi Pasar Modal
Interpol Terbitkan Red Notice, Kejagung Hormati Kedaulatan Negara dalam Perburuan Riza Chalid
Fenomena Hewan Berputar Viral, IPB Jelaskan Fakta - Fakta Ilmiah Tentang Naluri Bertahan Hidup Satwa
Amerika Serikat dan Vietnam Perluas Kerja Sama Strategis Lewat Investasi Tanah Jarang Bernilai Tinggi
Dana PETI Rp 992 Triliun Terungkap PPATK Soroti Dampak Lingkungan dan Kejahatan Keuangan