ARGO 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi ancaman krisis global yang dipicu konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini?
Bisakah kekayaan sumber daya alam menjadi senjata utama Indonesia untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah tekanan krisis internasional yang terus meningkat?
Indonesia Percepat Strategi Ketahanan Pangan dan Energi Nasional Terpadu
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketidakpastian global akibat konflik geopolitik harus dijawab dengan percepatan strategi swasembada pangan dan energi nasional.
Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Lampung Jadi Sorotan Setelah Aparat Temukan 315 Mesin Gilingan Emas Aktif
Dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/03/2026), Prabowo menyebut krisis sebagai momentum memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.
"Krisis adalah ujian sekaligus batu loncatan, bangsa yang kuat akan selamat dan Indonesia memiliki modal kekayaan alam untuk keluar lebih kuat," kata Prabowo.
Ia menjelaskan strategi utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan pangan dan energi sebagai faktor vital dalam menghadapi potensi disrupsi rantai pasok global.
Baca Juga: Impor 105 Ribu Pikap Kopdes Ditunda, Ini Penjelasan Menķop Soal Peran PT Agrinas Pangan Nusantara
Optimisme Pemerintah Terhadap Target Swasembada Pangan Nasional dalam Waktu Dekat
Prabowo menyampaikan pemerintah telah mencapai sebagian target swasembada pangan, termasuk produksi beras nasional yang dinilai semakin stabil dalam beberapa periode terakhir.
Pemerintah juga menargetkan swasembada komoditas lain seperti jagung dan bahan pangan strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
Menurut Prabowo, program ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional berbasis sektor riil yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Ia mengatakan percepatan program pangan akan dilakukan melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta penguatan ekosistem distribusi nasional.
Transformasi Energi Terbarukan Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Bakar
Di sektor energi, pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit dan singkong sebagai substitusi bahan bakar minyak impor.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Konflik Global, Presiden Prabowo Pastikan Energi Indonesia Tetap Stabil
Bahlil Lahadalia Ungkap Negosiasi Pembebasan Dua Kargo Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung
Kasus Tambang Tumpang Pitu, Dari Laporan KPK Hingga Dugaan Pelanggaran Administrasi Perizinan Tambang
Distribusi Logistik Desa Dinilai Lebih Efektif Jika Gunakan Kendaraan Produksi Dalam Negeri Indonesia
Krisis Anggaran AS Picu Ancaman Gangguan Program Bantuan Pangan Nasional Bagi Jutaan Warga
Wamentan Sudaryono Umumkan Benih Jagung Gratis untuk Satu Juta Ha Demi Dorong Swasembada Jagung
Timur Tengah Memanas, Tiongkok Dukung Suksesi Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Dirut Agrinas Joao Angelo Disorot DPR, Isu Impor Kendaraan Distribusi Pangan Picu Perdebatan Industri Nasional
Konflik Iran Jadi Ujian Diplomasi Dunia, AS Tegaskan Tak Akan Kompromi Hingga Ancaman Militer Netral
Pesan Prabowo Tentang Korupsi dan Kekayaan Bangsa Menjadi Sorotan dalam Acara Nuzulul Qur’an di Istana