• Sabtu, 18 April 2026

Harga Energi Naik Tajam, Pemerintah Hitung Ulang Dampak Subsidi BBM dan Daya Beli Masyarakat

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 18:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pergerakan pasar energi global mencerminkan meningkatnya volatilitas harga minyak dunia akibat eskalasi konflik geopolitik internasional. (Instagram @bahlilahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pergerakan pasar energi global mencerminkan meningkatnya volatilitas harga minyak dunia akibat eskalasi konflik geopolitik internasional. (Instagram @bahlilahadalia)

Indonesia menjadi negara yang rentan karena sebagian besar impor minyak berasal dari kawasan Timur Tengah termasuk Arab Saudi.

Baca Juga: Ratas Energi Istana Bahas Konflik Iran, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Tetap Aman Hingga Lebaran

Kementerian ESDM menyatakan stabilitas pasokan energi nasional masih terjaga, namun pemerintah meningkatkan pemantauan rantai distribusi energi secara intensif.

Situasi ini mengingatkan kembali krisis energi global 2022 ketika konflik Rusia–Ukraina mendorong harga energi melonjak tajam di berbagai negara pengimpor.

Kematian Pemimpin Iran Memperbesar Ketidakpastian Pasar Energi Internasional Global

Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim serangan udara menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik Akibat Konflik Iran, indonesia Percepat Kajian Ketahanan Energi Nasional

Media pemerintah Iran pada Minggu, (1/03/2026) akhirnya mengonfirmasi kematian tersebut serta menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik regional yang berpotensi memperpanjang gangguan pasokan minyak global.

Tekanan eksternal turut mendorong nilai tukar rupiah melemah hingga menembus kisaran Rp16.800 per Dolar AS menurut data pasar keuangan regional.

Baca Juga: Pemikiran Try Sutrisno Kembali Relevan, Sorotan Pada Liberalisasi Politik dan Masa Depan Kepemimpinan

Tekanan terhadap subsidi energi berpotensi meningkat signifikan, s.etiap kenaikan 1 Dolar AS harga minyak dapat menambah beban subsidi energi hingga triliunan rupiah jika tidak diantisipasi kebijakan fiskal.”

Pemerintah Menimbang Opsi Kebijakan Energi untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui simulasi internal sedang mengevaluasi kemungkinan realokasi anggaran, optimalisasi cadangan energi, serta strategi stabilisasi harga domestik.

Kementerian ESDM dalam siaran resmi menyebut prioritas utama pemerintah adalah menjaga pasokan energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat kelas menengah produktif.

Baca Juga: Foto Viral Prabowo dan Donald Trump Pamer Daging Babi Ternyata Rekayasa AI, Begini Penjelasannya

Pengamat memprediksi pemerintah kemungkinan menghindari kenaikan harga BBM dalam jangka pendek demi stabilitas sosial ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X