Ia menilai hubungan antara pelaku usaha, regulator, dan pengambil kebijakan perlu dikelola secara transparan untuk menghindari praktik yang merusak kepercayaan pasar.
Baca Juga: RKAB 2026 Batasi Produksi Batubara, Stabilitas Harga Berhadapan dengan Ancaman PHK Massal
Menurutnya, profesionalisme dalam jabatan publik seringkali terpengaruh kepentingan politik dan ekonomi, sehingga penguatan tata kelola menjadi agenda penting bagi stabilitas jangka panjang.
Kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia dinilai sangat bergantung pada kepastian hukum dan konsistensi penegakan aturan yang kredibel.
Kepastian Hukum Kuat Jadi Syarat Negara Maju Berkelanjutan
Laksamana Sukardi menegaskan bahwa visi Indonesia menjadi negara maju berpendapatan tinggi membutuhkan fondasi kepastian hukum yang kuat dan konsisten.
Baca Juga: OJK Serahkan Dua Pengurus Investree ke Kejaksaan, Kasus Dana Ilegal 2017–2023 Tahap Penuntutan
Ia menyatakan tidak ada negara yang mampu keluar dari middle income trap jika pelanggaran pasar dan konflik kepentingan tidak ditangani secara tegas.
Menurutnya, penegakan hukum yang adil terhadap semua pelaku, termasuk yang memiliki pengaruh besar, menjadi kunci kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi.
Ia menekankan bahwa perubahan harus lahir dari kesadaran internal, bukan sekadar respons terhadap tekanan lembaga indeks global atau investor internasional.****
Artikel Terkait
Isu 2 Pesawat Kepresidenan Dibantah, Ini Penjelasan Seskab Teddy Soal Perjalanan Prabowo ke Luar Negeri
Ekonomi Menguat 5,11 Persen, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Penopang Pertumbuhan
AI LNSW Kemenkeu Bongkar Manipulasi Ekspor CPO Bukti Data Kapal Lintas Negara Dipakai
Strategi Prabowo Pengurangan Impor BBM, Roadmap Nasional, dan Target Swasembada Energi Jangka
Target Produksi Batubara 2026 Turun 190 Juta Ton, PERHAPI Soroti Risiko PHK dan Dampak Ekonomi Daerah
Transparansi Saham Jadi Sorotan MSCI Saat Bank Global Revisi Prospek Pasar Modal Indonesia
OJK Tuntaskan Penyidikan Investree, Dua Pengurus Terancam Penjara 10 Tahun Berdasarkan UU P2SK
Hilirisasi Geser Pusat Ekonomi 2025, Investasi Rp584,1 Triliun Akan Fokus di Kawasan Timur Indonesia
Hilirisasi 15 Komoditas Dorong Investasi 618 Miliar Dolar AS Hingga 2040, Nikel Jadi Motor Utamanya
PNBP Turun 19,7 Persen Awal 2026, Pemerintah Usulkan Izin Baru SDA Khusus BUMN dan Institusi Negara