bisnis

Negosiasi Berlanjut Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia, Ini Respons Pemerintah Indonesia

Jumat, 17 April 2026 | 14:00 WIB
Jalur energi dunia yang terhambat akibat penutupan Selat Hormuz oleh konflik internasional (Dok. pertamina-pis.com)

AGRO 24 JAM - Dua kapal tanker Indonesia tertahan di jalur energi dunia, apakah ini sinyal ancaman pasokan nasional?

Seberapa besar dampak konflik global terhadap distribusi energi domestik dan keamanan kru kapal Indonesia di Teluk Persia?

PT Pertamina (Persero) masih berupaya membebaskan dua kapal tanker miliknya yang tertahan di Teluk Persia sejak awal Maret 2026 akibat penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Energi Nasional Aman Hingga 2026, Harga BBM Subsidi Tetap Terjangkau Masyarakat

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyatakan posisi kapal belum berubah hingga Kamis (17/04/2026), sementara koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah.

Dua kapal tersebut, Pertamina Pride dan Gamsunoro, terpantau masih berada di sekitar Teluk Persia berdasarkan data Vessel Finder terbaru.

Upaya Diplomasi dan Koordinasi Intensif untuk Pembebasan Kapal Energi Nasional

Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran untuk mempercepat proses pembebasan kapal.

Baca Juga: B50 Dan E20 Dikebut, Mampukah Bioenergi Indonesia Hentikan Impor Solar dan Jadi Eksportir Energi Baru

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), mengatakan koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci menghadapi situasi geopolitik yang dinamis.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam mengawal proses negosiasi yang masih berlangsung hingga kini.

Dampak Penutupan Selat Hormuz Terhadap Distribusi Energi Global

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pasokan Minyak Rusia, Bagaimana Dampaknya Bagi Harga dan Stabilitas

Penutupan jalur ini akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran berdampak langsung pada lalu lintas kapal tanker, termasuk milik Indonesia.

Situasi tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, meskipun belum ada laporan gangguan langsung terhadap distribusi domestik Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini