bisnis

Pasokan Crude Oil Dari Rusia Hampir Final, Pemerintah Fokus Jaga Ketersediaan Energi Sepanjang Tahun

Jumat, 17 April 2026 | 12:55 WIB
Kerja sama energi Indonesia Rusia menjadi langkah strategis menghadapi kebutuhan impor minyak satu juta barel per hari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Instargam @bahlillahadalia)

Peluang Kerja Sama Infrastruktur Energi Tingkatkan Ketahanan Nasional Indonesia

Selain pasokan minyak mentah, Indonesia dan Rusia juga membahas potensi kerja sama pembangunan infrastruktur energi strategis.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Sorotan Global, Investor Lirik Peluang Besar di Tengah Ketidakpastian

Kerja sama tersebut mencakup penguatan cadangan energi dan peningkatan kapasitas kilang dalam negeri sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

“Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur penting,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Republik Indonesia.

Penjajakan Pasokan LPG Masih Berlangsung dan Butuh Tahapan Negosiasi Lanjutan

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama pasokan LPG dengan Rusia, meskipun masih dalam tahap penjajakan awal.

Baca Juga: IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tangguh, Investor Global Siap Tambah Investasi ke Pasar Domestik

Bahlil menyebut bahwa proses negosiasi LPG memerlukan beberapa tahap lanjutan sebelum mencapai kesepakatan final.

“Kalau crude-nya saya pikir sudah hampir final,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Republik Indonesia.

Sebagai latar belakang, langkah diversifikasi sumber energi ini sejalan dengan upaya pemerintah sebelumnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga global.****

 

Halaman:

Tags

Terkini