AGRO 24JAM - Apakah strategi hilirisasi 15 komoditas mampu mengubah struktur ekonomi Indonesia dari berbasis bahan mentah menjadi manufaktur bernilai tinggi berkelanjutan?
Seberapa besar peran nikel sebagai sektor unggulan dalam menarik investasi ratusan miliar Dolar AS hingga 2040 dan mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen nasional?
Pemerintah Indonesia menetapkan 15 komoditas prioritas hilirisasi dengan nikel sebagai unggulan utama untuk mendorong investasi 618 miliar Dolar AS hingga 2040 dan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Baca Juga: OJK Serahkan Dua Pengurus Investree ke Kejaksaan, Kasus Dana Ilegal 2017–2023 Tahap Penuntutan
Pemerintah Tetapkan Lima Belas Komoditas Prioritas Hilirisasi Nasional Strategis
Pemerintah memetakan 15 komoditas prioritas dalam Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis 2025-2029 sebagai fondasi transformasi ekonomi berbasis nilai tambah domestik.
Komoditas tersebut mencakup mineral, perkebunan, kelautan, kehutanan, serta migas yang diharapkan memperkuat rantai industri nasional dan meningkatkan daya saing global.
Langkah ini menargetkan investasi kumulatif 618 miliar Dolar AS hingga 2040 serta penciptaan 2,7 juta lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan pengolahan.
Baca Juga: MSCI Warning Buka Risiko Capital Outflow 13 Miliar Dolar AS Jika Status Pasar Indonesia Turun
Nikel Diposisikan Sebagai Sektor Unggulan Industri Baterai Kendaraan Listrik
Nikel ditempatkan sebagai sektor unggulan karena menjadi bahan baku utama ekosistem baterai kendaraan listrik global yang terus berkembang pesat.
Pemerintah mendorong hilirisasi nikel dari produk setengah jadi menuju produk akhir seperti prekursor, katoda, dan sel baterai untuk meningkatkan nilai tambah.
Fokus ini diarahkan pada integrasi industri hulu hingga manufaktur domestik agar manfaat ekonomi tetap berada di dalam negeri secara berkelanjutan.
Baca Juga: AI Kemenkeu Bongkar Manipulasi Ekspor CPO 50 Persen Harga Hilang Lewat Negara Transit Pajak Rendah
Strategi Investasi Kawasan Industri dan Penerapan Standar ESG Nasional
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dalam mengawal proyek hilirisasi prioritas nasional.
Ia menyatakan pemerintah mengarahkan investasi ke kawasan strategis seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara sebagai pusat industri nikel nasional.