• Sabtu, 18 April 2026

Transformasi Pertanian Indonesia: Dongkrak Ekspor, Turunkan Impor, dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Sabtu, 18 April 2026 | 10:00 WIB
Aktivitas panen padi di sentra produksi menunjukkan peningkatan signifikan seiring transformasi pertanian modern berbasis teknologi. Mentan Amran Sulaiman.  (Instagram.com @a.amran_sulaiman)
Aktivitas panen padi di sentra produksi menunjukkan peningkatan signifikan seiring transformasi pertanian modern berbasis teknologi. Mentan Amran Sulaiman. (Instagram.com @a.amran_sulaiman)

AGRO 24 JAM  - Apakah lonjakan produksi dan ekspor pertanian benar-benar menandai era baru kemandirian pangan Indonesia yang selama ini dinantikan banyak pihak?

Seberapa kuat fondasi sektor pertanian saat tekanan global justru menekan harga komoditas dan menguji daya tahan sistem produksi nasional?

Transformasi Pertanian Nasional Dorong Kinerja Ekspor dan Tekan Impor Signifikan

Kinerja sektor pertanian Indonesia menunjukkan penguatan signifikan dengan lonjakan ekspor sebesar Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen dan penurunan impor Rp41,68 triliun atau turun 9,66 persen.

Baca Juga: Realisasi DMO Lampaui Target, Ini Pengaruhnya Terhadap Harga Minyak Goreng dan Ketersediaan Nasional

Data tersebut menegaskan pergeseran struktural menuju kemandirian pangan sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian nasional di pasar global yang semakin kompetitif.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil orkestrasi kebijakan terintegrasi dari hulu hingga hilir yang mendorong peningkatan produksi sekaligus efisiensi distribusi.

Produksi Beras Melonjak Tajam Perkuat Posisi Indonesia di ASEAN

Produksi beras nasional meningkat 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen sehingga mendorong Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun.

Baca Juga: Revitalisasi Industri Pupuk Jadi Kunci Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Global Saat Krisis Berlanjut

Capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan strategis.

Menurut Andi Amran Sulaiman, peningkatan produksi didorong oleh penggunaan benih unggul, mekanisasi, serta optimalisasi lahan secara masif di berbagai wilayah sentra produksi.

Cadangan Beras Pemerintah Tertinggi Sepanjang Sejarah Perkuat Stabilitas Harga

Cadangan Beras Pemerintah mencapai 4,8 juta ton pada April 2026 dan diproyeksikan menembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional.

Baca Juga: Ketahanan Pupuk Nasional Jadi Kekuatan Indonesia Hadapi Krisis Global dan Perluas Pasar Ekspor Dunia

Kondisi tersebut menjadi bantalan strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu.

“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah, kita pastikan stok cukup, harga stabil, dan petani tetap untung,” ujar Andi Amran Sulaiman, Jumat (17/4/2026).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X