ARGO 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi ancaman kemarau 2026 yang berpotensi mengganggu produksi pangan nasional?
Mampukah stok cadangan beras pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah kekhawatiran krisis pangan global?
Stok Cadangan Pangan Pemerintah Menguat Hadapi Ancaman Kemarau Panjang Tahun Ini
Pemerintah menyatakan optimisme menghadapi musim kemarau 2026 setelah stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 4,3 juta ton hingga akhir Maret 2026.
Baca Juga: Mengapa Terminal Minyak Pulau Kharg Disebut Kunci Ketahanan Ekonomi Iran dalam Tekanan Global Modern
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapamas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok diperkirakan melampaui 5 juta ton pada April 2026.
Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional melalui penguatan Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP.
"Insya Allah pangan khusus sektor pangan itu aman karena serapan sudah 1,3 juta ton dan berpotensi mencapai 2,3 juta ton," ujar Andi Amran Sulaiman.
Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Badan Pangan Nasional Jakarta pada Senin (30/3/2026).
Langkah penguatan stok dilakukan melalui percepatan penyerapan produksi beras dalam negeri bersama Perum Bulog.
Rekor Penyerapan Beras Domestik Jadi Sinyal Positif Ketahanan Pangan Nasional
Data Bapanas mencatat realisasi penyerapan setara beras domestik mencapai 1,39 juta ton selama kuartal pertama 2026.
Baca Juga: Dilema Harga BBM Saat Subsidi Membengkak dan Harga Minyak Global Terus Bergerak Naik Tahun Ini
Capaian ini melonjak signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya yang rata-rata berada di bawah satu juta ton.
Jika dibandingkan kuartal pertama 2020, peningkatan mencapai 1.442 persen dari realisasi 90,1 ribu ton.