Kondisi ini memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan produksi pangan nasional sepanjang tahun 2026.
Surplus Komoditas Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Hadapi Lonjakan Permintaan
Neraca pangan nasional menunjukkan sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus hingga April 2026.
Beras mencatat surplus sekitar 17,2 juta ton sementara cabai rawit surplus sekitar 105 ribu ton berdasarkan data Kementerian Pertanian.
Daging ayam mengalami surplus sekitar 727 ribu ton sedangkan bawang merah surplus sekitar 57 ribu ton dibanding kebutuhan nasional.
Selain itu produksi cabai rawit merah pada Maret 2026 juga tercatat surplus sekitar 46.868 ton.
Kondisi surplus tersebut berdampak pada stabilitas harga cabai yang mulai terkendali dan cenderung menurun di pasar.
Kolaborasi Pemerintah Dan Pelaku Usaha Jaga Stabilitas Distribusi Pangan
Pemerintah menegaskan stabilitas pangan tidak hanya bergantung pada produksi tetapi juga kelancaran distribusi antarwilayah.
Baca Juga: Pajak Ganda Masih Terjadi, DPR Ungkap Dampaknya Terhadap Ekonomi Rakyat dan Kepatuhan Pajak
Koordinasi dilakukan bersama pelaku distribusi dan pengelola pasar guna memastikan ketersediaan pangan merata di seluruh daerah.
“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar maka harga akan stabil dan itu yang terus kita jaga,” kata Andi Amran Sulaiman.
Pengawasan distribusi juga diarahkan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu gejolak harga.
Baca Juga: Perubahan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Ujian Kredibilitas KPK dalam Penegakan Hukum
Sebagai konteks, upaya stabilisasi pangan kerap menjadi fokus utama pemerintah setiap Ramadan sebagaimana dilaporkan media arus utama dalam beberapa tahun terakhir.