AGRO 24 JAM - Benarkah Lebaran 2026 menjadi momentum langka ketika petani, pedagang, dan konsumen sama-sama diuntungkan?
Bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan harga agar semua pihak tersenyum?
Keseimbangan Harga Pangan Jaga Keuntungan Petani dan Keterjangkauan Konsumen Nasional
Kementerian Pertanian menegaskan kebijakan stabilisasi harga pangan difokuskan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut strategi tersebut menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Menurutnya, harga yang terlalu rendah berpotensi merugikan petani sedangkan harga terlalu tinggi akan membebani konsumen.
“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Baca Juga: Data Penerimaan Pajak Februari 2026 Tunjukkan Tren Positif, Dampaknya Terhadap Stabilitas APBN
Pendekatan keseimbangan harga tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi sektor pangan nasional.
Panen Raya Serentak Perkuat Pasokan Dan Stabilkan Harga Gabah Petani
Panen raya yang berlangsung pada Februari hingga April 2026 di berbagai daerah menjadi faktor penting peningkatan stok beras nasional.
Momentum panen tersebut memberikan dampak positif terhadap ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga gabah tetap kompetitif di tingkat petani.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Robert Fico Ungkap Krisis Energi Usai Pasokan Minyak Rusia Terhenti
Produksi beras nasional yang meningkat juga berkontribusi terhadap ketahanan stok nasional dalam menghadapi peningkatan permintaan Lebaran.
“Produksi kita meningkat dan panen raya terjadi di banyak daerah sehingga stok nasional sangat kuat,” kata Andi Amran Sulaiman.