pangan

Bapanas Pastikan Pasokan Cabai Terjaga Lewat Distribusi Cepat Agar Harga Pangan Tetap Stabil Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 | 15:51 WIB
Mobilisasi cabai lintas pulau menunjukkan respons cepat pemerintah menghadapi fluktuasi harga pangan yang berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga. (Dok. Bapanas)

Bapanas juga meminta pemasangan informasi harga acuan pada titik distribusi guna menjaga transparansi sekaligus memberi kepastian harga bagi masyarakat.

Baca Juga: Kematian Ali Khamenei dan Operasi Militer Iran Berpotensi Guncang Pasar Minyak Dunia Termasuk Indonesia

Tren Harga Cabai Nasional Melandai Seiring Penguatan Distribusi Pemerintah

Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan harga cabai rawit merah nasional turun dari Rp77.645 menjadi Rp70.953 per kilogram selama periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026.

Penurunan sekitar 8,62 persen dalam sepekan mencerminkan penguatan distribusi nasional serta mulai membaiknya pasokan dari daerah produksi utama.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stabilisasi harga merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan pengawasan distribusi pangan di lapangan.

Baca Juga: Desakan Hukum Tambang Maluku Utara Menguat Seiring Sorotan Publik Soal Kepatuhan Lingkungan

“Sidak pasar akan terus dilakukan dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional.

Pengalaman Sebelumnya Jadi Dasar Pemerintah Antisipasi Gejolak Harga Cabai

Kebijakan mobilisasi pasokan lintas daerah bukan pertama kali dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional saat terjadi ketimpangan distribusi.

Sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan lonjakan harga cabai sering dipicu faktor cuaca, distribusi terbatas, dan perbedaan produksi antarwilayah konsumsi.

Baca Juga: Siapa Pengganti Ali Khamenei? Iran Hadapi Ujian Politik Terbesar Sejak Revolusi Islam Tahun 1979 Berlalu

Intervensi distribusi menjadi pendekatan utama pemerintah karena dampak harga cabai sangat langsung terhadap inflasi pangan serta daya beli masyarakat perkotaan.

Langkah cepat Bapanas di NTB memperlihatkan model stabilisasi harga berbasis distribusi nyata, bukan sekadar pengendalian administratif.

Dengan penguatan pasokan riil dan pengawasan harga, pemerintah berharap gejolak cabai tidak lagi menjadi siklus tahunan yang membebani konsumen.****

Halaman:

Tags

Terkini