• Sabtu, 18 April 2026

Harga Kedelai Terkini April 2026 Masih Aman Namun Risiko Impor Mengintai Industri Tahu Tempe Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB
Distribusi kedelai impor ke berbagai daerah menjadi faktor utama menjaga stabilitas harga bagi pelaku usaha tahu dan tempe. Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa.  (Dok. Badan Pangan Nasional)
Distribusi kedelai impor ke berbagai daerah menjadi faktor utama menjaga stabilitas harga bagi pelaku usaha tahu dan tempe. Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa. (Dok. Badan Pangan Nasional)

Batas maksimal harga kedelai impor ditetapkan Rp12.000 per kilogram, sedangkan harga kedelai lokal maksimal Rp11.400 per kilogram.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Energi IMF Sebut Harga Global Tak Mudah Turun Meski Damai

Jika terjadi pelanggaran, pemerintah dapat mencabut izin distributor atau menahan izin importir yang tidak patuh terhadap aturan.

“Kami pastikan harga tidak boleh melewati Rp12.000 per kilogram, jika terjadi akan ada intervensi pemerintah,” tegasnya.

Kesenjangan Produksi dan Kebutuhan Kedelai Masih Jadi Tantangan Besar

Bapanas mencatat proyeksi produksi kedelai nasional tahun 2026 hanya mencapai 277,5 ribu ton.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Energi IMF Sebut Harga Global Tak Mudah Turun Meski Damai

Sementara kebutuhan konsumsi nasional mencapai 2,74 juta ton per tahun, mayoritas untuk industri tahu dan tempe.

Ketergantungan terhadap impor membuat stabilitas harga sangat bergantung pada pengawasan distribusi dan kebijakan pemerintah.

Sebagai langkah stabilisasi, sepanjang 2025 pemerintah telah menyalurkan 120.800 kilogram kedelai melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan.

Baca Juga: Reformasi Pasar Modal Indonesia Makin Ketat OJK Perkuat Aturan Demi Kepercayaan Investor Dan Stabilitas

Komitmen Pemerintah Jaga Harga Demi Kelangsungan Industri Tahu Tempe

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya menjaga kewajaran harga kedelai.

Ia meminta importir tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat menekan pelaku usaha kecil.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan industri tahu dan tempe sebagai pangan rakyat.

Dengan pengawasan ketat dan intervensi terukur, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga di tengah tantangan global.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X