AGRO 24 JAM - Apakah dominasi Dolar AS mulai tergeser oleh sistem pembayaran baru lintas negara berkembang?
Mungkinkah langkah BRICS membangun infrastruktur finansial alternatif mengubah arah arsitektur keuangan global selamanya?
BRICS Uji Sistem Pembayaran Alternatif Tantang Dominasi Dolar Global
Aliansi BRICS menguji sistem pembayaran lintas negara berbasis teknologi untuk memperluas transaksi mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.
Langkah BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa—serta anggota baru lainnya) adalah upaya nyata untuk mengurangi ketergantungan global pada ekosistem keuangan Amerika Serikat.
Langkah tersebut dibahas dalam forum ekonomi BRICS terbaru yang menyoroti integrasi pembayaran digital, interoperabilitas mata uang, serta infrastruktur keuangan alternatif bagi negara berkembang.
Isu dedolarisasi kembali menguat setelah sejumlah anggota BRICS mempercepat kerja sama perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal dan mekanisme pembayaran lintas batas.
Baca Juga: IFG Gandeng Lembaga Keuangan Hong Kong Perkuat Asset Liability Management Industri Asuransi
Motif Geopolitik dan Stabilitas Finansial Dorong Agenda Dedolarisasi BRICS
Sejumlah negara BRICS menilai dominasi Dolar AS berisiko terhadap stabilitas ekonomi domestik akibat fluktuasi suku bunga global dan potensi sanksi finansial.
Pemerintah Rusia sebelumnya menghadapi pembatasan akses sistem SWIFT pasca konflik geopolitik, memicu diskusi negara berkembang tentang kedaulatan finansial.
Menurut laporan, para pejabat BRICS mendorong sistem pembayaran alternatif untuk memperkuat perdagangan intra-blok tanpa ketergantungan pada mata uang pihak ketiga.
Baca Juga: Persaingan Teknologi dan Diplomasi Global Mengapa Trump dan Tiongkok Masih Saling Membutuhkan
Pengembangan sistem ini mencakup integrasi blockchain dan potensi penggunaan mata uang digital bank sentral antaranggota.
Perkembangan BRICS Pay dan Integrasi Mata Uang Lokal Global
Inisiatif yang dikenal sebagai BRICS Pay dirancang sebagai platform pembayaran lintas negara yang mendukung transaksi mata uang lokal secara langsung tanpa konversi Dolar AS.
Artikel Terkait
Hilirisasi Industri Serap 600 Ribu Tenaga Kerja Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi 2026
MSCI Hentikan Perubahan Indeks, Pemerintah Diminta Benahi Transparansi Pasar Modal Segera
APBN 2026 Perluas Utang Rp832,2 Triliun, Ekonom Desak Transparansi Dan Reformasi Fiskal Nasional
20 Negara Gabung Board of Peace, Indonesia Dorong Rekonstruksi Gaza Senilai 25 Miliar Dolar AS Global
Denda Tambang Ilegal Capai Rp7 Triliun Lebih, Satgas PKH Segel Lokasi Korporasi Nikel di Malut
Klarifikasi Resmi Bantah Hoaks Terkait dengan Perceraian Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie di Publik
Modal Disetor Rp3,49 Miliar Dan 300 Ribu Saham Proyek Panas Bumi Indonesia Timur Terkuak ke Publik
7 Korporasi Tambang Ditindak Satgas PKH, Mengapa PT Position Belum Masuk Daftar Penertiban Hukum?
Mengapa Cuma 4 Korporasi Didenda? Fakta Penertiban Tambang Ilegal Maluku Utara yang Terungkap
Ekonomi Global 575 Miliar Dolar AS Menjelaskan Mengapa AS dan Tiongkok Sulit Berpisah