• Sabtu, 18 April 2026

BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru 2026, Dedolarisasi Global Mulai Menggerus Dominasi Dolar AS

Photo Author
Tim 24 Jam News, Agro 24 Jam
- Kamis, 19 Februari 2026 | 11:10 WIB
BRICS Pay. Perwakilan negara BRICS mempresentasikan rencana sistem pembayaran alternatif yang mendukung mata uang lokal dan mata uang digital bank sentral antarnegara anggota.  (Dok. Brics-pay.com)
BRICS Pay. Perwakilan negara BRICS mempresentasikan rencana sistem pembayaran alternatif yang mendukung mata uang lokal dan mata uang digital bank sentral antarnegara anggota. (Dok. Brics-pay.com)

AGRO 24 JAM - Apakah dominasi Dolar AS mulai tergeser oleh sistem pembayaran baru lintas negara berkembang?

Mungkinkah langkah BRICS membangun infrastruktur finansial alternatif mengubah arah arsitektur keuangan global selamanya?

BRICS Uji Sistem Pembayaran Alternatif Tantang Dominasi Dolar Global

Aliansi BRICS menguji sistem pembayaran lintas negara berbasis teknologi untuk memperluas transaksi mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.

Baca Juga: Pemerintah Konsolidasi 15 Asuransi BUMN Jadi 3 Entitas Demi Stabilitas dan Efisiensi Industri Keuangan

Langkah BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa—serta anggota baru lainnya) adalah upaya nyata untuk mengurangi ketergantungan global pada ekosistem keuangan Amerika Serikat.

Langkah tersebut dibahas dalam forum ekonomi BRICS terbaru yang menyoroti integrasi pembayaran digital, interoperabilitas mata uang, serta infrastruktur keuangan alternatif bagi negara berkembang.

Isu dedolarisasi kembali menguat setelah sejumlah anggota BRICS mempercepat kerja sama perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal dan mekanisme pembayaran lintas batas.

Baca Juga: IFG Gandeng Lembaga Keuangan Hong Kong Perkuat Asset Liability Management Industri Asuransi

Motif Geopolitik dan Stabilitas Finansial Dorong Agenda Dedolarisasi BRICS

Sejumlah negara BRICS menilai dominasi Dolar AS berisiko terhadap stabilitas ekonomi domestik akibat fluktuasi suku bunga global dan potensi sanksi finansial.

Pemerintah Rusia sebelumnya menghadapi pembatasan akses sistem SWIFT pasca konflik geopolitik, memicu diskusi negara berkembang tentang kedaulatan finansial.

Menurut laporan, para pejabat BRICS mendorong sistem pembayaran alternatif untuk memperkuat perdagangan intra-blok tanpa ketergantungan pada mata uang pihak ketiga.

Baca Juga: Persaingan Teknologi dan Diplomasi Global Mengapa Trump dan Tiongkok Masih Saling Membutuhkan

Pengembangan sistem ini mencakup integrasi blockchain dan potensi penggunaan mata uang digital bank sentral antaranggota.

Perkembangan BRICS Pay dan Integrasi Mata Uang Lokal Global

Inisiatif yang dikenal sebagai BRICS Pay dirancang sebagai platform pembayaran lintas negara yang mendukung transaksi mata uang lokal secara langsung tanpa konversi Dolar AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X