Ia menyebut penurunan tarif satu persen berpotensi mengurangi penerimaan hingga Rp70 triliun sehingga keputusan harus sangat terukur.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya bukan pengambil keputusan spekulatif dan akan melihat tren ekonomi terlebih dahulu.
Kebijakan tarif akan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara penerimaan negara dan daya beli masyarakat.
Momentum Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Penerimaan Pajak
Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Lebaran turut berkontribusi terhadap pertumbuhan penerimaan pajak berbasis konsumsi.
Baca Juga: Cerita Hangat Denada Dan Ressa Rossano Jadi Inspirasi Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan
Kelompok usia produktif menjadi motor konsumsi sehingga aktivitas ekonomi domestik kembali bergerak lebih dinamis.
Media arus utama sebelumnya melaporkan konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kondisi ini memperkuat peran kebijakan fiskal adaptif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan pajak 2026.****