Menurut Bahlil Lahadalia, pemerintah saat ini terus memantau situasi geopolitik untuk memastikan keselamatan pelayaran energi nasional.
Baca Juga: Prabowo Subianto Percepat Energi Terbarukan: Target PLTS 100 Gigawatt dan Kendaraan Listrik
Pemerintah Lakukan Negosiasi Agar Kapal Bisa Keluar dengan Aman
Pemerintah Indonesia kini melakukan komunikasi dan negosiasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kapal tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian serta komunikasi dengan pihak terkait di kawasan tersebut.
Pemerintah menekankan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan muatan energi menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar
“Kita sedang melakukan komunikasi dan negosiasi supaya kapal tersebut bisa keluar dengan aman,” ujar Bahlil Lahadalia.
Langkah diplomatik ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian situasi tanpa menimbulkan gangguan pada rantai pasok energi.
Pemerintah Siapkan Skenario Pasokan Energi Alternatif Nasional
Sebagai antisipasi gangguan pasokan, pemerintah mulai menyiapkan skenario impor alternatif dari beberapa negara pemasok minyak.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah meningkatkan impor dari Amerika Serikat untuk menutupi potensi kekurangan pasokan.
Strategi ini merupakan bagian dari kebijakan diversifikasi energi yang sebelumnya telah disiapkan pemerintah untuk menghadapi risiko geopolitik global.
“Walaupun situasi geopolitik tidak menentu, stok BBM dan LPG nasional masih aman,” kata Bahlil Lahadalia.
Pemerintah juga menghitung potensi dampak kenaikan harga minyak global terhadap subsidi energi dalam anggaran negara.****