ARGO 24 JAM - Apakah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah akan memicu kenaikan harga BBM di Indonesia?
Bagaimana pemerintah berani memastikan pasokan energi tetap aman menjelang Lebaran?
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Lebaran
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak subsidi tetap stabil hingga Idul Fitri meski konflik geopolitik Timur Tengah meningkatkan tekanan harga minyak global.
Baca Juga: Prabowo Subianto Percepat Energi Terbarukan: Target PLTS 100 Gigawatt dan Kendaraan Listrik
Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/3/2026).
Pemerintah menilai stabilitas harga BBM subsidi penting untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa meskipun harga minyak dunia naik akibat konflik Israel, Amerika, dan Iran,” kata Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar
Pemerintah Jaga Stabilitas Energi di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah dunia sering mengalami fluktuasi tajam ketika terjadi ketegangan geopolitik di kawasan penghasil energi.
Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar yang memasok kebutuhan energi global.
Setiap konflik di kawasan tersebut dapat berdampak terhadap stabilitas harga minyak internasional.
Baca Juga: Langkah Diplomasi Prabowo Bahas Board Of Peace dan Stabilitas Nasional Bersama Tokoh Politik
Meski demikian pemerintah menilai dampak langsung terhadap pasar energi domestik masih dapat dikelola melalui kebijakan energi nasional.
Harga BBM Non Subsidi Tetap Ikuti Mekanisme Pasar Nasional
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar yang ditetapkan pemerintah melalui regulasi energi nasional.