AGRO 24 JAM - Apakah konflik Iran akan berdampak langsung pada harga energi dan biaya hidup masyarakat Indonesia dalam waktu dekat?
Mengapa pemerintah bergerak cepat menggelar rapat energi nasional ketika harga minyak dunia baru mulai menunjukkan kenaikan bertahap?
Konflik Iran Jadi Alarm Dini Stabilitas Ekonomi dan Energi
Pemerintah memandang konflik Iran sebagai sinyal awal potensi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga minyak dunia.
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas energi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (02/03/2026).
Menurut Bahlil, pembahasan berfokus pada dampak geopolitik terhadap pasokan energi nasional mengingat Indonesia masih menjadi importir minyak.
Ia menyebut perubahan harga minyak global sudah mulai terlihat meskipun belum berdampak langsung pada harga domestik.
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengendalian risiko energi sejak tahap awal eskalasi konflik.
Lonjakan Harga Minyak Global Berpotensi Pengaruhi Inflasi Nasional
Harga minyak dunia memiliki hubungan langsung dengan inflasi karena memengaruhi biaya transportasi, logistik, serta produksi industri nasional.
Bahlil memastikan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas subsidi energi sehingga masyarakat belum merasakan tekanan harga.
Baca Juga: Intervensi Cabai Lintas Pulau Jadi Solusi Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Tahun 2026
Namun, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik berkepanjangan dapat menyebabkan koreksi harga energi global yang lebih signifikan.
Bank Indonesia sebelumnya menyebut volatilitas harga energi menjadi faktor utama risiko inflasi eksternal Indonesia sepanjang 2026.