ARGO 24 JAM - Apakah strategi investasi Danantara akan memengaruhi stabilitas pasar modal Indonesia?
Bagaimana langkah pembiayaan proyek energi dan pembelian saham berfundamental kuat dijalankan secara terukur?
Strategi Pendanaan Proyek Energi Dengan Skema Pembiayaan Campuran
Chief Investment Officer (CiO) Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan strategi pembiayaan proyek menggunakan komposisi 70 persen pinjaman dan 30 persen ekuitas.
Pandu Sjahrir menyatakan Danantara berkomitmen mengambil minimal 30 persen dari porsi ekuitas proyek strategis seperti Waste to Energy.
Menurut Pandu Sjahrir, skema pembiayaan ini dirancang menjaga keseimbangan risiko sekaligus memastikan keberlanjutan proyek energi nasional.
Pendekatan pembiayaan campuran tersebut juga diharapkan menarik investor institusi dan memperkuat struktur pendanaan proyek infrastruktur energi.
Baca Juga: Pengalihan Tambang Martabe ke BUMN Baru dan Dampaknya Pada Investor Global Sektor Mineral
Model ini mengikuti praktik global pembiayaan proyek yang memadukan pinjaman perbankan dan ekuitas investor institusional.
Keterbukaan Pendanaan Perbankan untuk Mendapatkan Struktur Pembiayaan Terbaik
Pandu Sjahrir menegaskan Danantara membuka peluang bagi seluruh bank untuk berpartisipasi dalam pembiayaan proyek strategis nasional.
Menurut Pandu Sjahrir, pendanaan tidak akan bergantung pada satu bank agar proyek memperoleh struktur pembiayaan paling kompetitif.
Baca Juga: Peringatan MSCI 2026: Terancam Turun Kelas, Ekonom Soroti Masalah Governance dan Investasi Domestik
Keterbukaan terhadap perbankan nasional dan internasional bertujuan meningkatkan efisiensi biaya pendanaan dan kapasitas pembiayaan.
Strategi sindikasi perbankan dinilai mampu menyebarkan risiko investasi secara lebih proporsional.