AGRO 24JAM - Mengapa CEO BEI Iman Rachman memilih mundur di tengah gejolak pasar saham Indonesia?
Bagaimana keputusan ini berimplikasi terhadap stabilitas pasar modal setelah ambruknya IHSG dua hari berturut-turut?
Pasar Menjaga Nafas dan Dirut BEI Mengundurkan Diri
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat pagi (30/1/2026) di Gedung BEI, Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir.
Keputusan ini menyusul terjadinya penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) setelah indeks merosot lebih dari 8 persen, memicu kepanikan investor.
Dalam pernyataan resmi, Iman Rachman menyampaikan bahwa walaupun IHSG dibuka kembali membaik pada Jumat pagi, ia menilai langkah mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap apa yang terjadi sebelumnya.
MSCI, Pelemahan IHSG, dan Katalis Gejolak Pasar
Dua hari anjloknya IHSG itu dipicu reaksi negatif pasar setelah perusahaan penyedia data indeks global, MSCI (Morgan Stanley Capital International), menyampaikan kekhawatiran terhadap transparansi data kepemilikan saham dan kemungkinan penurunan status pasar Indonesia jika isu free float tidak diperbaiki sebelum Mei 2026.
Baca Juga: Riza Chalid Buronan Internasional, Ini 2 Opsi Hukum Kejaksaan Agung Usai Red Notice Interpol Terbit
Iman Rachman sebelumnya juga mengakui adanya panic selling yang dipicu diskusi MSCI terhadap metode penghitungan free float saham, yang menurutnya belum dipahami sepenuhnya oleh pelaku pasar.
Dalam konteks ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bersiap mengeluarkan aturan minimum free float sebesar 15 persen bagi perusahaan tercatat untuk meningkatkan kualitas data dan menarik kembali kepercayaan investor global.
Langkah BEI dan Respons Industri Pasar Modal
Meski mundur, Iman menyerukan agar pasar modal Indonesia tetap kuat dan stabil ke depannya, serta berharap langkah ini membuka peluang perbaikan fundamental di internal BEI.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Naik 71 Persen, Bapanas Optimistis Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan
BEI juga tengah intensif berdiskusi dengan lembaga indeks lainnya, termasuk Financial Times Stock Exchange (FTSE), untuk menyusun formulasi data investor yang lebih rinci, menyusul surat permintaan MSCI pada 2025.
Tantangan Kepemimpinan dan Masa Depan Pasar Modal
Iman Rachman akan menyelesaikan masa jabatannya yang seharusnya berakhir Juni 2026, namun pengunduran diri ini mempercepat proses suksesi kepemimpinan di BEI.
Artikel Terkait
Pemprov Banten Perketat Pertambangan, IUP Baru Ditunda Dan Tambang Ilegal Ditutup Total
Anindya Bakrie Tekankan Investasi Jangka Panjang di Tengah Makin Maraknya Saham Gorengan
Sovereign Wealth Fund Kelola 1,04 Triliun Dolar AS, Prabowo Tekankan Transparansi dan Tanggung Jawab
Prabowo Minta Pejabat Mundur Saat Pasar Modal Tertekan dan Kredit Bank Himbara Disorot
Deflasi Pangan 1,96 Persen Januari 2026 Jadi Sinyal Stabilitas Harga Menjelang Ramadan Dan Idulfitri
Tiga Tersangka Baru Kasus Saham Gorengan IPO PIPA, Bareskrim Dalami Manipulasi Pasar Modal
Interpol Terbitkan Red Notice, Kejagung Hormati Kedaulatan Negara dalam Perburuan Riza Chalid
Fenomena Hewan Berputar Viral, IPB Jelaskan Fakta - Fakta Ilmiah Tentang Naluri Bertahan Hidup Satwa
Amerika Serikat dan Vietnam Perluas Kerja Sama Strategis Lewat Investasi Tanah Jarang Bernilai Tinggi
Dana PETI Rp 992 Triliun Terungkap PPATK Soroti Dampak Lingkungan dan Kejahatan Keuangan