pangan

Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Saat Risiko Inflasi dan Gangguan Logistik Global Meningkat

Jumat, 13 Maret 2026 | 05:30 WIB
Menkeu Purbaya. Pemerintah memastikan kebijakan fiskal tetap responsif menjaga stabilitas ekonomi nasional menghadapi ketidakpastian global. (Dok. Instagram @menkeuri)

AGRO 24 JAM - Seberapa siap pemerintah menjaga stabilitas ekonomi Indonesia saat risiko geopolitik global semakin meningkat tahun ini?

Instrumen apa yang disiapkan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap kuat menghadapi tekanan ekonomi dunia?

Strategi Fiskal Pemerintah Menjadi Kunci Stabilitas Ekonomi Indonesia Tahun Ini

Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal akan menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Kontroversi Impor Mobil Operasional Koperasi Desa, DPR Minta Lakukan Evaluasi Dampak Industri Otomotif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ekonomi nasional masih berada dalam fase ekspansi yang memberikan ruang kebijakan untuk meredam risiko eksternal.

“Kita tidak perlu takut menghadapi dampak gejolak global karena pemerintah memiliki instrumen untuk mengendalikan dampak negatif ekonomi,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Data Ekonomi Domestik Menunjukkan Fundamental Nasional Tetap Relatif Kuat Stabil

PMI manufaktur Indonesia pada Februari mencapai 53,8 yang menunjukkan ekspansi sektor industri sekaligus mencerminkan permintaan domestik yang masih terjaga.

Baca Juga: Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Perlu Fokus Daerah Miskin Agar Anggaran Tepat Sasaran

Indeks Keyakinan Konsumen juga berada di level 125,2 yang menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan mereka.

Kombinasi indikator tersebut memperkuat sinyal fundamental ekonomi nasional tetap kuat meski tekanan global masih membayangi sepanjang 2026.

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Menjadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Mandiri Spending Index mencatat skor 360,7 pada Februari yang mencerminkan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Ramadan tahun ini.

Baca Juga: Ancaman Konflik Iran Israel dan Nasib Kharg Island Sebagai Terminal Minyak Utama Kawasan Teluk Persia

Pengeluaran terbesar tercatat pada sektor barang konsumsi, pendidikan, serta transportasi yang mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.

“Dari data konsumsi terlihat daya beli masyarakat masih membaik sehingga menjadi faktor penting menjaga pertumbuhan ekonomi domestik,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Antisipasi Risiko Global Dilakukan Melalui Kebijakan Ekonomi Responsif Terukur

Pemerintah mewaspadai risiko gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan logistik.

Halaman:

Tags

Terkini