internasional

Selat Hormuz Jadi Kunci Harga Energi Dunia Konflik Berkepanjangan Picu Lonjakan Biaya dan Industri

Kamis, 16 April 2026 | 12:05 WIB
Lonjakan harga minyak dunia dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang semakin memanas. Menteri Energi AS Chris Wright. (Dok. Instagram @secretarywright)

ARGO24JAM.COM - Mengapa Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia energi global?

Apakah konflik terbaru akan memicu gelombang kenaikan harga minyak yang lebih besar dari sebelumnya?

Peringatan Amerika Serikat Soal Lonjakan Harga Energi Global

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak dalam waktu dekat.

Baca Juga: Masuk BRICS, Indonesia Perkuat Posisi Global dan Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Rusia

Pernyataan itu disampaikan di Washington pada Senin (13/4/2026) dalam konferensi ekonomi global yang dihadiri pelaku industri energi.

Ia menilai gangguan distribusi melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga energi saat ini.

Gangguan Selat Hormuz Picu KetidakpastianSAZ Pasokan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global di Asia dan Eropa.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Rahasia Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global dan Krisis Dunia

Sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat pada akhir Februari, akses pelayaran di kawasan tersebut menjadi terganggu.

Kondisi ini menyebabkan pasar minyak bereaksi cepat dengan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Normalisasi Distribusi Energi Diprediksi Tidak Akan Terjadi Cepat

Wright menegaskan bahwa harga energi baru akan stabil setelah konflik berakhir dan arus distribusi kembali normal sepenuhnya.

Baca Juga: IMF Ungkap Dampak Asimetris Konflik Iran Harga Global Diprediksi Sulit Turun Dalam Waktu Lama

Namun, ia memperingatkan bahwa penurunan harga tidak akan terjadi secara instan meskipun kondisi mulai membaik.

“Presiden Donald Trump memahami bahwa gangguan jangka pendek akan mendorong harga naik,” kata Wright.

Halaman:

Tags

Terkini