Krisis Suksesi Kepemimpinan dan Ketidakpastian Masa Depan Iran Pasca Khamenei
Wafatnya Khamenei membuka pertanyaan besar mengenai suksesi karena belum muncul figur dengan legitimasi politik dan religius setara pemimpin sebelumnya.
Nama Mojtaba Khamenei serta elite Garda Revolusi Iran mulai disebut sebagai kandidat potensial dalam dinamika internal kekuasaan Tehran.
Profesor politik Timur Tengah di Georgetown University, Vali Nasr, menyatakan bahwa stabilitas Iran bergantung pada konsensus elite keamanan.
Laporan energi global menilai ketidakpastian politik Iran berpotensi mendorong volatilitas harga minyak dunia dalam jangka pendek.
Menurut analisis, pasar energi global sensitif terhadap risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk yang menyumbang hampir sepertiga produksi minyak dunia.
Data Badan Energi Internasional menunjukkan Iran memiliki kapasitas produksi lebih dari tiga juta barel minyak per hari sebelum eskalasi konflik terbaru.
Analis geopolitik Eurasia Group Ian Bremmer mengatakan bahwa transisi kepemimpinan Iran akan menentukan arah hubungan Barat, stabilitas regional, serta risiko konflik lanjutan.****