• Sabtu, 18 April 2026

Timur Tengah Memanas Usai Operasi Preemptive AS - Israel Targetkan Infrastruktur Strategis Iran

Photo Author
Tim 24 Jam, Agro 24 Jam
- Minggu, 1 Maret 2026 | 13:10 WIB
Reaksi pasar energi global terlihat cepat setelah berita serangan Teheran memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)
Reaksi pasar energi global terlihat cepat setelah berita serangan Teheran memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)

AGRO 24 JAM - Apakah ledakan di Teheran akan langsung terasa pada harga BBM, inflasi, dan stabilitas ekonomi rumah tangga dunia?

Seberapa cepat konflik militer mampu mengguncang rantai energi global yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi internasional?

Operasi Militer Timur Tengah Memicu Guncangan Pasar Energi Global

Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) segera memicu lonjakan harga minyak dunia dan ketidakpastian pasar finansial.

Baca Juga: Indonesiaraya.co.id Perkuat Media Digital Lewat Kolaborasi Promedia dan Teknologi Newsroom Terintegrasi

Investor global merespons cepat karena Iran merupakan salah satu pemain penting jalur distribusi energi di kawasan Teluk Persia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi ini bertujuan menghancurkan kemampuan militer strategis Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Iran melalui media IRNA mengonfirmasi adanya kerusakan fasilitas sipil dan militer akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Koperasi Subang Ekspor Manggis Ke Tiongkok, Strategi Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat Pertanian

Selat Hormuz Menjadi Titik Risiko Utama Distribusi Minyak Dunia

Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz sehingga konflik militer langsung meningkatkan risiko gangguan suplai energi global.

International Energy Agency menyatakan setiap gangguan di wilayah tersebut dapat memicu lonjakan harga energi secara cepat dan luas.

Status darurat nasional Israel memperkuat kekhawatiran eskalasi militer regional yang dapat mempengaruhi jalur perdagangan internasional.

Baca Juga: Kajian Akademik Soroti Transisi Agraria Paksa Akibat Ekspansi Industri Tambang Nikel di Pulau Obi

Analis energi Goldman Sachs menyebut risiko geopolitik kini menjadi faktor dominan pembentuk harga minyak jangka pendek.

Diplomasi Nuklir Gagal Mengakhiri Ketegangan Amerika Serikat Iran

Upaya mediasi Oman beberapa hari sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X